medon

Jika badung kena hukum

Dipublikasi oleh medon

Sunday, 08 October 2006

ReklameKaget ketika saya membaca reklame yang di tutupi oleh kain yang bertuliskan “Reklame ini belum bayar pajak”, ini memang pengalaman pertama saya melihatnya. Memang untuk memasang reklame di pojokan jalan atau di pinggiran jalan raya, perusahaan dikenakan pajak oleh Dipenda kota setempat, wajar lah.., sama-sama diuntungkan bukan?. — Buktinya dulu karena ada reklame yang bergambar seorang penyanyi yang terkenal goyangannya “Inul Daratista” terpajang di perempatan kota, acaranya jadi sukses berat! konon kabarnya sang panitia kebanjiran rejeki yang ruah melimpah. sama-sama diuntungkan bukan?, jadi wajar jika sebuah perusahaan musti menyiapkan dana yang tidak sedikit untuk beriklan pada media yang satu ini, belum lagi ongkos membuat desain sebuah reklame yang konon mahal.

Dipenda setempat dibuat kesal oleh reklame sebuah Supermarket terkenal, pihak Supermarket mungkin nunggak pada Dipenda, mungkin surat peringatan sempat melayang ke meja sang direktur, namun direktur sibuk atau malas mengurusi, setelah masa tenggat lewat reklame Supermarket itupun mesti rela ditutupi kain hukuman. Jadi ingat ketika saya masih bocah dulu.. ketika kelewatan batas bermain saya selalu mendapat hukuman mengangkat kaki sebelah, dan menjewer kuping, hukuman seperti itu harus saya lakukan di teras depan rumah. Jika badung kena hukum, ya jelas musti mau dong! :)

Jika anda sempat kena hukuman apa dari orang tua? ayo dong cerita…



25 Komentar
  1. Oleh: Brahmasta

    Sunday, 08 October 2006 @ 11:27

    Wah kalo saya gak dihukum sih, biasanya dikasi pengertian untuk menyadarkan sehingga saya nggak ngulangin itu lagi..

    Gravatar Icon
  2. Oleh: amellie

    Sunday, 08 October 2006 @ 12:09

    kalo saya hukumannya dicuekin heuehuee… :D

    Gravatar Icon
  3. Oleh: coni

    Sunday, 08 October 2006 @ 14:36

    kalo sayah badung…. dulu hukumannyah sapu ‘nyere’ :), btw itu iklan hero di pajajaran bogor kah?

    Gravatar Icon
  4. Oleh: eefa

    Sunday, 08 October 2006 @ 15:25

    untung saya bukan anak badung jadi ndak pernah kena hukuman hehehe..
    btw, reklame dimana tuh? saya baru liat reklame yg ditutupin gitu gara2 blom bayar pajak

    Gravatar Icon
  5. Oleh: medon

    Sunday, 08 October 2006 @ 16:01

    Coni: Masa ndak hapal? itu di Lapangan merdeka Sukabumi neng…

    Gravatar Icon
  6. Oleh: Irwan

    Sunday, 08 October 2006 @ 19:07

    Inget dulu sibadung kecil pernah dihukum diceburin dlm bak mandi… :(

    Gravatar Icon
  7. Oleh: bagonk

    Sunday, 08 October 2006 @ 20:01

    looo… lha koq tulisan hukumannya terbalik gitu… :P

    Gravatar Icon
  8. Oleh: dian

    Sunday, 08 October 2006 @ 23:55

    gak pernah dihukum..soalnya ortuku gak pernah marah. anak2xnya juga pd nurut..

    beda banget ama anak tiriku yg selalu dihukum, no electronic di kamarnya, gak boleh keluar kamar sampe sore dll. soale ; kurang ajar, pembohong, melawan guru, penipu dll…

    Gravatar Icon
  9. Oleh: Meda

    Monday, 09 October 2006 @ 02:46

    memang bayar pajar reklame sih kewajiban kita yak, tp kalo seandainya nunggak, mbo ya jangan dipejeng tulisan gede2 gituu … hueheue. kesian amat tuh si ’supermarket’. salam kenal, blognya menarik ;)

    Gravatar Icon
  10. Oleh: mpokb

    Monday, 09 October 2006 @ 09:56

    kreatif juga nih. tapi kalo belum bayar pajak, kenapa bisa tetap dipasang yak? kecolongan?

    Gravatar Icon
  11. Oleh: boku_baka

    Monday, 09 October 2006 @ 16:26

    saya setuju…
    reklame segede itu, merusak pemandangan.. mbok ya tau diri.. bayar pajak gitu..

    Gravatar Icon
  12. Oleh: Junkerz side B

    Monday, 09 October 2006 @ 19:19

    hmmm…sudah saatnya iklan2 rokok itu (lebih) ditertibkan…kecuali pemerintah ingin generasi muda Indonesia = generasi tukang udud…:p
    *upss…siap2 disambit yg suka ngudud*

    badung?
    maen ke kali, trus baju kotor…dijewer Mama..xixii..:p

    Gravatar Icon
  13. Oleh: dudi

    Tuesday, 10 October 2006 @ 11:10

    lah itu bikin kain untuk nutupin aja dispenda udah keluar duit. berarti yg di incer pasti duit. pasti si pemasang iklan udah diuber-uber untuk ‘bayar’ tagihan, tapi karena belum ‘bayar’ akhirnya minta ‘dibayarin’ lewat pemda dengan bikin kain penutup.

    Ah, sama aja =))

    Gravatar Icon
  14. Oleh: aribowo

    Tuesday, 10 October 2006 @ 15:52

    aku dulu juga pernah tuh liat papan iklan di pinggir jalan yang di tulisi ‘iklan ini belum di bayar’.

    Gravatar Icon
  15. Oleh: chocoluv

    Wednesday, 11 October 2006 @ 19:37

    di sini juga ada… duh,,, pa ngga malu ya?

    Gravatar Icon
  16. Oleh: -f

    Thursday, 12 October 2006 @ 02:35

    yang sudah bayar kemana saja alirannya?

    Gravatar Icon
  17. Oleh: hani

    Thursday, 12 October 2006 @ 03:29

    wah saya mah kenyang dengan ceramah ortu karena maghrib2 masih aja keliaran…hehehe

    wah gak malu tuh yang belon bayar pajak. rata2 khan mereka perusahaan gede, lha wong bisa pasang iklan segede gitu…ya gak pak :)

    Gravatar Icon
  18. Oleh: thya

    Thursday, 12 October 2006 @ 08:48

    Waaah, sama dooong ! Aku juga waktu kecil sering dihukum bediri angkat kaki satu dan 2 tangan diangkat keatas.
    tapi hukuman paling berat yang aku terima adalah ketika disuruh duduk di-jojodok disudut ruangan, menghadap ketembok & ga boleh gerak sama sekali… hahahahaaa !

    Gravatar Icon
  19. Oleh: Deny

    Thursday, 12 October 2006 @ 15:56

    wahduh, gak ada seninya banget itu orang dipenda.
    masang peringatan tapi kebalik :D
    apa ndak malah mengganggu pemandangan ya?

    Gravatar Icon
  20. Oleh: jenx

    Thursday, 12 October 2006 @ 19:36

    ah.. paling2 mereka cuma belom dapet ‘bagian’ ajah…
    hehehe…

    Gravatar Icon
  21. Oleh: kus

    Thursday, 12 October 2006 @ 20:24

    hi hi hi , agak ngawur masang kainnya , masa sampe kebalik kaya getu :)

    BTW setuju sama sikap aparat , memang harus kaya getu, kalau di madiun mah dah pasti langsung dirobohin papan reklame nya :P

    Gravatar Icon
  22. Oleh: coni

    Thursday, 12 October 2006 @ 23:05

    Ck ck ck… iya sampe nggak hapal yah… mesti pulang nih!

    Gravatar Icon
  23. Oleh: Arie

    Friday, 13 October 2006 @ 01:02

    no comment !

    Gravatar Icon
  24. Oleh: Dinar

    Friday, 03 November 2006 @ 16:18

    gak pernah di hukum da budak bageur tea apan :D

    Gravatar Icon
  25. Oleh: AlyceLowery25

    Monday, 06 September 2010 @ 18:39

    It is known that money can make us autonomous. But how to act if one does not have cash? The only one way is to try to get the mortgage loans and sba loan.

    Gravatar Icon

RSS Sindikasi Berita · TrackBack URI

Kirim Komentar
NAMA:
EMAIL:
URL:
This is not spam
article

Tulisan terkait, tertarik membacanya?

Tidak ada tulisan yang terkait.

Tulisan Terakhir

Tulisan paling baru nih, apa anda sudah membacanya?

  1. 4 wejangan ngeblog ala sesepuh wordpress
  2. Status online yahoo messenger with different image
  3. ngeblog lagi!
  4. Kado dari ibumu
  5. mampukah mereka menghadapinya?

Enak Dibaca?

article

Jangan terlalu percaya bahwa tulisan ini laik dan enak dibaca, ini hanya 8 tulisan yang banyak ditanggapi saja.

  1. 6 weeks 6 months 6 years
  2. Rapi, agar nyaman dan aman
  3. fix you - coldplay
  4. Yang ditunggu tak kunjung datang
  5. Cukup bermodalkan Saling Memberi
  6. Jembatan rel, irit biaya dan tenaga
  7. Perbedaan diantara ibu dan anak
  8. Kado dari ibumu

Tautan Sponsor