medon

Jembatan rel, irit biaya dan tenaga

Dipublikasi oleh medon

Monday, 02 October 2006

KakiJembatan rel di desa Gombong, Bogor, sungguh membantu penduduk setempat, selain digunakan sebagai jalur lintasan kereta api Sukabumi — Bogor keberadaannya dimanfaatkan oleh para pejalan kaki, Panggil saja Asep, seorang siswa kelas III sebuah SMP swasta di desa gombong bersama kawannya setiap pagi melintasi jembatan rel untuk berangkat sekolah. Memang perlu sedikit keberanian untuk melewatinya, panjang jembatan kira-kira 50 meter, dengan tinggi lebih dari 10 meter. Untuk teman Asep yang takut ketinggian harus mau mengambil resiko berjalan melintasi 3 kampung untuk sampai di sekolah, bisa saja menggunakan jasa ojek namun mesti mengeluarkan biaya Rp.3000, maklum saja.. kampung Asep tak dilewati angkot. — Saur abdi mah a, batan kedah papah ngalangkungan 3 lembur atanapi numpak ojeg mah, mending oge ngalangkungan jambatan rel, irit ongkos jeung tanagi.*

selterUntuk keamanan memang sedikit beresiko, bayangkan saja, jika kereta dari Bogor atau Sukabumi sedang melintas, dan para pejalan sedang berada di tegah-tengah jembatan rel, coba mau gimana?, untung! PT. KAI sudah mengantisipasi sebelumnya, dan membuatkan para pejalan sebuah selter kecil agar mereka rehat dan mengalah jika ada kereta melintas. Selter tersebut dibuat menjorok keluar dari rel, berukuran kurang lebih 2 meter persegi. Lagipula kereta api jurusan Sukabumi — Bogor hanya beroperasi satu kali PP saja setiap harinya, pukul 5:00 pagi dari Sukabumi menuju Bogor dan pukul 16:00 dari Bogor ke Sukabumi. Ah! didieu mah kareta jarang ngalangkung.. , sapoe ge ukur dua kali. Teu siga jalur Bogor — Jakarta.** Memang sih.. padatnya jalur kereta yang melintasi desa gombong tidak sepadat jalur Bogor — Jakarta. Oh iya, menurut berita yang saya baca kemarin PT. KAI sedang berulang tahun yang ke-51, Selamat yah!

*) Menurut saya sih kak, dari pada mesti berjalan melewati 3 desa atau naik ojek, mending melewati jembatan rel, irit biaya dan tenaga.

**) ah.. disini sih kereta jarang lewat, satu hari hanya dua kali. tidak seperti jalur Bogor — Jakarta.



28 Komentar
  1. Oleh: mbah dipo

    Monday, 02 October 2006 @ 08:29

    tak ada rotan, biting pun jadi..

    Gravatar Icon
  2. Oleh: koeaing!

    Monday, 02 October 2006 @ 08:59

    ….tijada rotan, Raam poendjabi

    Gravatar Icon
  3. Oleh: mpokb

    Monday, 02 October 2006 @ 10:01

    tempo ari pernah baca di kompas, kereta diesel bogor-sukabumi sudah nggak jalan. ternyata masih aktif tho?

    Gravatar Icon
  4. Oleh: Bangsari

    Monday, 02 October 2006 @ 11:04

    jadi ingat pengalaman waktu kecil. nyebrang jembatan kereta api itu mengerikan sekali, apalagi kalo sungainya dalam. hi..

    Gravatar Icon
  5. Oleh: coni

    Monday, 02 October 2006 @ 11:15

    halah…. jaman dulu pas SMP, saya pernah ini nyoba begini sakali sakalinyah…. di tengah tengah jambatan kaburu pengen nangis da takut jatoh ke sungai Cipeulang…. Kang medon please share atuh…. cerita ‘ngabuburit’ dan buka puasa pleus jajanan sore… judulnya sonorumah.com

    Gravatar Icon
  6. Oleh: tukang nggedeblues

    Monday, 02 October 2006 @ 11:53

    blog yang keren. met kenal, makasih udah mampir ……… dan semoga desa gombong segera tersentuh arus transportasi :p

    Gravatar Icon
  7. Oleh: aribowo

    Monday, 02 October 2006 @ 12:12

    dimana mana yang namanya angkot itu di kota kalo di desa angdes :D

    Gravatar Icon
  8. Oleh: oón

    Monday, 02 October 2006 @ 15:45

    wah ati² nanti kreta ke sukabumi liwat…liwat juga tuh nyawa :(

    Gravatar Icon
  9. Oleh: amellie

    Monday, 02 October 2006 @ 15:47

    duh kasian banget yah mereka… dilarang pun pasti dilanggar..

    Gravatar Icon
  10. Oleh: Niwatori

    Monday, 02 October 2006 @ 18:21

    Walopun ngga phobia ketinggian, kalau 10m pleus bolong2 (ala rel) mah lumayan ngadegdeg oge pasti hehehehe.

    Gravatar Icon
  11. Oleh: Irwan

    Monday, 02 October 2006 @ 20:26

    Paling tidak PT.KAI masih memperhatikan lah dengan dikasih selter itu, daripada gak samasekali…
    Tapiii
    Kalo pas lagi jalan, ada kereta api mo lewat sedangkan Selter masih jauh… gimana dooong?? :D

    Gravatar Icon
  12. Oleh: bagonk

    Monday, 02 October 2006 @ 21:17

    hiii… kelihatannya menakutkan… :(

    Gravatar Icon
  13. Oleh: sisca

    Monday, 02 October 2006 @ 22:51

    Tuntunlah ilmumu, mesti hrs melewati rel kereta… begitulah pikir sang bocah…smg Tuhan menganugerahkan keselamatan,dan pemerintah tergugah sadar, membuat sekolah bermutu, di desa itu.

    Gravatar Icon
  14. Oleh: Brahmasta

    Tuesday, 03 October 2006 @ 05:16

    Gimana kalo kita usulkan PT KAI bikin trotoar sekalian di pinggir jalur kereta api? Hehe.. Jadi tidak membahayakan :p Mahal yak?

    Gravatar Icon
  15. Oleh: eefa

    Tuesday, 03 October 2006 @ 14:24

    mbayangin aja udah ngeri duluan.. saya phobia ketinggian, jembatan yg 4 meter ajah takut pa lagi yg 50 meter

    Gravatar Icon
  16. Oleh: soul

    Wednesday, 04 October 2006 @ 02:44

    A…ampun dah tu bocah…,ngirit sih ngirit sekali jatuh wassalam…A..,tapi salut dah perjuangannya…maju teruuusss tanpa ngangkottt…,mau pintar ko mengadu nyawa,,,tanyaaa…Ken….apa????

    Gravatar Icon
  17. Oleh: Aji

    Wednesday, 04 October 2006 @ 09:56

    Ada juga di UNPAD, rel mati yang kini jadi jembatan, sering dimanfaatkan mahasiswa yang kos di seberang jurang :)
    (jadi inget waktu kuliah dulu)

    Gravatar Icon
  18. Oleh: ali

    Wednesday, 04 October 2006 @ 15:34

    jadi inget jaman kuliah lalu, kereta jadi transportasi paporit. cepet dan gratis ;p

    Gravatar Icon
  19. Oleh: Luigi

    Wednesday, 04 October 2006 @ 19:26

    Hm.. memang kepentingan pejalan kaki mesti deh nomer kesekian… mudha2an ini bisa segera berubah… ya berubahlah PT.KAI kalau nggak kalian bisa cepat bangkrut… :)

    Seneng udh bisa mampir kesini, Salam kenal dan salam hangat dari negeri Si Bau Kelek ini :-)

    Gravatar Icon
  20. Oleh: hani

    Thursday, 05 October 2006 @ 05:55

    wah kalo jadwal keretanya ngaret trus pas ada yang lagi jalan direl…nggak kebayang deh.

    met ultah deh buat KAI…ada acara buka puasa bersamanya ndak…hehehe

    Gravatar Icon
  21. Oleh: ario dipoyono

    Thursday, 05 October 2006 @ 06:19

    wah arus ati2 tuh ya…

    Gravatar Icon
  22. Oleh: Arie BNI 46 ;))

    Thursday, 05 October 2006 @ 13:12

    NO COMMENT !!! :)

    Gravatar Icon
  23. Oleh: Anang

    Thursday, 05 October 2006 @ 23:13

    ngeri

    Gravatar Icon
  24. Oleh: nikeyudi

    Friday, 06 October 2006 @ 15:49

    kang…. ijin nge-link blogna yah??boleh kan?? *boleeeehh…* hihihi..nuhun

    Gravatar Icon
  25. Oleh: bebex

    Saturday, 07 October 2006 @ 01:42

    waktu jaman bex smu,,,sering banget naaek kreta api dr jogja :( capek! pantat pegel2 :P

    Gravatar Icon
  26. Oleh: ShOFa

    Saturday, 07 October 2006 @ 15:24

    haduw..
    walopun ada shelter tetep aja serem..
    *merinding bayanginna*

    Gravatar Icon
  27. Oleh: kus

    Saturday, 07 October 2006 @ 16:20

    kalau pas kereta lewat mirip acara di fera factor arggggggggggggggggggghhhhh seyyyem :)

    Gravatar Icon
  28. Oleh: koeaing!

    Friday, 13 October 2006 @ 08:07

    Itoe spoorweg soeda kassie kamoedahanka banja orang poen…mistih dikassie lestarie itoe…..

    Gravatar Icon

RSS Sindikasi Berita · TrackBack URI

Kirim Komentar
NAMA:
EMAIL:
URL:
This is not spam
article

Tulisan terkait, tertarik membacanya?

Tidak ada tulisan yang terkait.

Tulisan Terakhir

Tulisan paling baru nih, apa anda sudah membacanya?

  1. 4 wejangan ngeblog ala sesepuh wordpress
  2. Status online yahoo messenger with different image
  3. ngeblog lagi!
  4. Kado dari ibumu
  5. mampukah mereka menghadapinya?

Enak Dibaca?

article

Jangan terlalu percaya bahwa tulisan ini laik dan enak dibaca, ini hanya 8 tulisan yang banyak ditanggapi saja.

  1. Rapi, agar nyaman dan aman
  2. Yang ditunggu tak kunjung datang
  3. Cukup bermodalkan Saling Memberi
  4. Kado dari ibumu
  5. Kunci itu bukan barang sepele loh
  6. Perbedaan diantara ibu dan anak
  7. Jembatan rel, irit biaya dan tenaga
  8. Malas bertemu siang

Tautan Sponsor