Hari Anak Nasional
Dipublikasi oleh medon
Sunday, 23 July 2006

Beruntunglah wahai bocah Indonesia, sebab hari ini adalah hari yang dicanangkan sebagai Hari Anak Nasional oleh pemerintah kita. Wajar jika pemerintah mencanangkannya, sebab anak adalah aset terpenting bagi suatu negara. Mereka generasi penerus yang kelak akan membawa perubahan pada suatu negara. Baik dan buruk perubahan tersebut juga tergantung pada apa yang kita berikan pada mereka, baik dari saya sebagai orang tua, anda, juga tak kalah penting peran andil Pemerintah itu sendiri.
Memang peranan orang tua lebih penting untuk mendidiknya agar kelak mereka menjadi anak yang berguna. Namun peran anda dan pemerintah pun tak kalah penting bukan?. Di dunia ini tak akan ada orang tua yang menginginkan anaknya tidak bersekolah, sebab sudah sewajibnya sebagai orang tua untuk menyekolahkan anak setinggi-tingginya. Nah disana di butuhkan peranan anda sebagai seorang guru untuk mendidiknya bukan?. Namun apa jadinya jika pemerintah tidak mendukungnya?. Seperti sekarang ini, apakah dengan biaya sekolah yang mahal, fasilitas sekolah yang kurang memadai, kecilnya gajih seorang guru serta segala pelik permasalahan pendidikan yang terus saja terjadi, bisa membawa negeri ini kepada perubahan yang kita harapkan?. Saya tunggu solusinya… semoga solusi anda kelak akan akan membawa perubahan pada saya, anda, dan pemerintah! Amieeen…
11 Komentar
RSS Sindikasi Berita · TrackBack URI




Oleh: si Kalong's
Sunday, 23 July 2006 @ 05:53
Hayo… Tipi-nya diidupin ga tuh? :grin:
Salam Kidia
Oleh: johan
Sunday, 23 July 2006 @ 06:32
Kiyosaki – seorang pengusaha, pengarang serie buku laris : Rich Dad Poor Dad – punya pendapat lain : Kalau mau kaya dan bahagia, janganlah pergi (pernah) sekolah”
Lalu, Ivan Illich, filosof, malah ingin menciptakan masyarakat tanpa sekolah. Deschooling Society
Mark Twain berujar : Jangan sampai sekolah menghambat pendidikan saya (sekolah nggak penting .. yang penting pendidikan)
Paulo Freire – pemerhati pendidikan dunia ketiga merasa sekolah adalah tempat penjajahan kesadaran anak …
jadi gimana? :)
Oleh: feha
Sunday, 23 July 2006 @ 10:43
semoga hari anak nasional ini bukan hanya jadi peringatan rutin semata.
masih banyak PR yg harus dikerjakan bagi generasi penerus bangsa ini.
Oleh: -tikabanget-
Sunday, 23 July 2006 @ 14:04
hehehhe..
yang penting, anak tuh bisa belajar pahitnya kehidupan..
jangan cuma senengnya aja..
*maksudna apa sih?*
Oleh: frozi
Sunday, 23 July 2006 @ 20:20
maafkan saja, maklum anak2. :lol:
*ngelindur*
Oleh: chocoluv
Monday, 24 July 2006 @ 03:37
ya iya si,,, peran pemerintah penting.. tapi kuncinya kan tetep pada orangtua,,, pinter2 orang tuanya aja ;)
Oleh: dewi
Monday, 24 July 2006 @ 05:29
iya, sekolah di Indo mahal mahal. :sad:
Oleh: aribowo
Monday, 24 July 2006 @ 09:35
yup setuju, bukanlah sekolah yang penting tapi pendidikan yang lebih penting
Oleh: sisca
Monday, 24 July 2006 @ 17:31
setuju mas, pendidikan adalah gerbang bagi anak untuk meraih dahaga ilmu untuk masa depan negara kita. tp gerbang itu memerlukan kunci, sdh seyogyanya kunci itu ditanggung oleh negara.
Oleh: didats
Tuesday, 25 July 2006 @ 00:53
mas, iku anak sampeyan?
wah, cakep… *bukan pedopil*
Oleh: thuns
Tuesday, 25 July 2006 @ 04:25
tapi bagaimana dengan anak2 yg sekolah di daerah korban gempa ini :(
http://www.elzan.com/2006/07/25/photo-survey-lokasi-klaten-ceria/
pemerintah sama sekali belum menyentuh mereka… karena tempatnya terpencil :((
kalo di tempat laen bisa sekolah enak dan nyaman…
kenapa di sini tidaaaak :(
mari bantu adek2 ini :D