<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>medon's log</title>
	<atom:link href="http://medon.or.id/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://medon.or.id</link>
	<description>belajar membaca sambil menulis</description>
	<lastBuildDate>Wed, 11 Nov 2009 18:48:19 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.8.5</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Status online yahoo messenger with different image</title>
		<link>http://medon.or.id/status-online-yahoo-messenger-with-different-image-on-your-site/</link>
		<comments>http://medon.or.id/status-online-yahoo-messenger-with-different-image-on-your-site/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 21 Jan 2009 19:41:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>medon</dc:creator>
				<category><![CDATA[sekedar iseng]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://medon.or.id/?p=442</guid>
		<description><![CDATA[Now, you can display different image from online status of yahoo messenger, Yahoo messenger its free software for chatt, and you can place the status online on your web with different image status, just place this code where you want to display on you&#8217;re site
&#60;?php
//set of initial configuration
$id = "YAHOO_ID"; //Change to your Yahoo ID
$online [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://localhost/medon/wp-content/uploads/2009/01/yahoo_messenger_logo_270x264.jpg" alt="yahoo_messenger_logo_270x264" title="yahoo_messenger_logo_270x264" width="270" height="264" class="alignleft size-full wp-image-502" />Now, you can display different image from online status of yahoo messenger, Yahoo messenger its free software for chatt, and you can place the status online on your web with different image status, just place this code where you want to display on you&#8217;re site</p>
<pre><code>&lt;?php
//set of initial configuration
$id = "YAHOO_ID"; //Change to your Yahoo ID
$online = "/wp-content/uploads/2009/04/online-smile.png"; //URL to online image
$offline = "/wp-content/uploads/2009/04/offline-smile.png"; //URL to offline image

$buka = fopen("http://opi.yahoo.com/online?u=".$id."&amp;m=t","r")
or die
("&lt;img src='http://opi.yahoo.com/online?u=".$id."&amp;m=g&amp;t=2'/&gt;");
while ($baca = fread( $buka, 2048 ))
{ $status .= $baca; }
fclose($buka);

if($status == $id." is ONLINE"){
echo "&lt;a href='ymsgr:sendIM?".$id."'&gt;&lt;img border=0 src='".$online."'/&gt;&lt;/a&gt;";
} else {
echo "&lt;a href='ymsgr:sendIM?".$id."'&gt;&lt;img border=0 src='".$offline."'/&gt;&lt;/a&gt;";
}
?&gt;</code></pre>
<p>Example:<br />
<a href='ymsgr:sendIM?medonslog'><img border=0 src='http://indodata.net/wp-content/plugins/ym-online-status/images/offline-smile.png'/></a></p>
<p>Have other ideas with a different way? please share here&#8230;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://medon.or.id/status-online-yahoo-messenger-with-different-image-on-your-site/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>ngeblog lagi!</title>
		<link>http://medon.or.id/ngeblog-lagi/</link>
		<comments>http://medon.or.id/ngeblog-lagi/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 16 Dec 2008 01:28:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>medon</dc:creator>
				<category><![CDATA[medon ngeblog]]></category>
		<category><![CDATA[blog]]></category>
		<category><![CDATA[cerita]]></category>
		<category><![CDATA[wordpress]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://medon.or.id/?p=402</guid>
		<description><![CDATA[
Ngeblog lagi! lama database tak terisi, banyak cerita terlewatkan dan tak tertuangkan.. sudah biarlah! kembali mengisi konten dengan update wordpress 2.7 yuhuuu&#8230; :)
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://medon.or.id/wp-content/uploads/2008/12/comeback.jpg" alt="comeback" title="comeback" width="438" height="295" class="aligncenter size-full wp-image-513" /></p>
<p>Ngeblog lagi! lama database tak terisi, banyak cerita terlewatkan dan tak tertuangkan.. sudah biarlah! kembali mengisi konten dengan update wordpress 2.7 yuhuuu&#8230; :)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://medon.or.id/ngeblog-lagi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kado dari ibumu</title>
		<link>http://medon.or.id/kado-dari-ibumu/</link>
		<comments>http://medon.or.id/kado-dari-ibumu/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 06 May 2007 17:23:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>medon</dc:creator>
				<category><![CDATA[saya & keluarga]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://medon.or.id/2007/05/07/155/</guid>
		<description><![CDATA[Tanggal 3 mei kemarin, Syabana Willa Kamilah tepat berumur 5 tahun. Banyak sekali perubahan yang dialami, serasa baru kemarin Kamilah belajar berjalan, hingga mesti menabrak pintu kamar dahulu untuk menghentikan langkahnya yang sempoyongan, memanggilku dengan &#8220;atah&#8221;, mungkin maksudnya Ayah. Belajar bernyanyi &#8220;balonku ada lima rupa-rupa warnanya&#8230;dst&#8221; dan saat &#8220;DOR&#8221; adalah bagian yang Kamilah gemari. lebih [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Tanggal 3 mei kemarin, Syabana Willa Kamilah tepat berumur 5 tahun. Banyak sekali perubahan yang dialami, serasa baru kemarin Kamilah belajar berjalan, hingga mesti menabrak pintu kamar dahulu untuk menghentikan langkahnya yang sempoyongan, memanggilku dengan <em>&#8220;atah&#8221;</em>, mungkin maksudnya <em>Ayah</em>. Belajar bernyanyi <em>&#8220;balonku ada lima rupa-rupa warnanya&#8230;dst&#8221; dan saat &#8220;DOR&#8221;</em> adalah bagian yang Kamilah gemari. lebih senang jika ekspresi kita yang melihatnya seperti orang yang kaget, Kamilah bisa tertawa terpingkal-pingkal. Kamilah juga pernah sakit parah hingga berat badannya turun drastis hingga 8 Kg, kuruuuuus sekali kamu nak.. Bersukurlah kamu, memiliki Ibu yang sangat menyayangimu, dia orang satu-satunya yang selalu menemanimu disaat kamu sakit atau sehat, suka maupun duka. Akupun demikian nak! menyayangimu <em>sepenuh hati</em>, walau aku selalu tak punya waktu lebih berada disampingmu.</p>
<p>Sekarang Kamilah sudah jarang sekali menyanyikan lagu <em>&#8220;balonku ada lima&#8221;</em>, sekarang lagunya sudah <em>buaya darat</em>nya Ratu, fasih juga menyanyikan lagu <em>Jablai</em>nya Titi Kamal, Sekarang kamilah yang ajarkan saya berucap <em>&#8220;Sony Ericsson, Hape deeeh&#8221;</em>. Kamilah juga sudah pandai memberi tahu bahwa saya salah dalam berprilaku, atau memberi pertanyaan yang hingga kini sulit saya jawab <em>&#8220;ayah, allah itu dimana sih yah?&#8221;</em> ibunya kadang menimpal jika melihat suaminya kebingungan menjawab <em>&#8220;allah ada dimana-mana mil..&#8221;</em>, <em>&#8220;ooo.. jadi allah itu banyak ya bu?&#8221;</em> timpal mila, terus dan terus bertanya. Bersyukurlah kamu nak&#8230; memiliki seorang ibu yang bisa menjawab semua pertanyaan-pertanyaan sesulit itu.<span id="more-155"></span></p>
<p><img src="http://medon.or.id/wp-content/uploads/2007/05/484225373_d364bbe010_o1-207x152.jpg" alt="Syabana Willa Kamilah" title="Syabana Willa Kamilah" width="207" height="152" class="alignleft size-medium wp-image-518" />Sekarang sudah bisa menyebut huruf dan terbata-bata untuk membaca, walau lebih pintar membaca buku <em>iqro</em>, namun kini kamilah sering sekali berkirim <abbr title="Short Message Service">SMS</abbr> pada saya dengan pesan <em>&#8220;ALAPYU AYAHKU&#8221;</em> konon tulisan <em>&#8220;ALAPYU&#8221;</em> dia sendiri yang merangkai, jika tulisan <em>&#8220;AYAHKU&#8221;</em> Kamilah masih sedikit kebingungan dan masih sering bertanya pada ibunya untuk merangkai dan mengetiknya, bersyukurlah Kamilah sebab kamu memiliki ibu yang selalu bisa membimbingmu setiap waktu, dan sepanjang hidupnya!. <em>&#8220;Tak bisa terlukiskan oleh kata-kata, saya sempat memiliki kamu dan ibumu!&#8221;</em></p>
<p><span class="bekgron">Bulan ini, Umurmu berkurang satu. Semoga tetap bisa menjadi dirimu sendiri, dan bisa mensyukuri apa yang telah Allah berikan padamu.</span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://medon.or.id/kado-dari-ibumu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>29</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>mampukah mereka menghadapinya?</title>
		<link>http://medon.or.id/mampukah-mereka-menghadapinya/</link>
		<comments>http://medon.or.id/mampukah-mereka-menghadapinya/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 17 Apr 2007 22:48:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>medon</dc:creator>
				<category><![CDATA[saya & keluarga]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://medon.or.id/2007/04/18/mampukah-mereka-menghadapinya/</guid>
		<description><![CDATA[Sekitar 8 tahun silam alkisah ada seorang pemuda yang sedang jemu dalam hidup, pemuda tersebut mencoba mencari jawaban apa arti hidup untuknya. Pemuda yang besar di tanah sunda itu kita panggil saja namanya &#8220;Ujang&#8221;, Ujang berlabu di suatu tempat yang jauh dengan keramaian. Jauh dipinggir kota Sukabumi, tepat di kaki Gunung Gede &#8211; Pangrango, Ujang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://medon.or.id/wp-content/uploads/2007/04/wedding.jpg" alt="wedding" title="wedding" width="250" height="365" class="alignleft size-full wp-image-527" />Sekitar 8 tahun silam alkisah ada seorang pemuda yang sedang <em>jemu</em> dalam hidup, pemuda tersebut mencoba mencari jawaban apa <em>arti hidup</em> untuknya. Pemuda yang besar di tanah sunda itu kita panggil saja namanya <em>&#8220;Ujang&#8221;</em>, Ujang berlabu di suatu tempat yang jauh dengan keramaian. Jauh dipinggir kota Sukabumi, tepat di kaki Gunung Gede &#8211; Pangrango, Ujang mengabdi pada alam. Semuanya diatur oleh alam hingga akhirnya Ujang nyaman dengan dirinya disana. Seribu kisah lebih, Ujang toreh di Lembah tersebut, o iya!  lembah itu bernama <em>&#8220;Lembah Halimun&#8221;</em>, wajar saja Ujang menoreh kenangannya dilembah itu, Sebab lembah itu menawarkan halimun yang lembut dan sejuk, halimun itu juga yang selalu menyapanya setiap saat. Halimun yang beraroma sejuk, damai, dan lembut bagi Ujang!</p>
<p>Ujang serasa dibius oleh alam, lupa daratan dibuatnya, hingga Ujang lupa kapan terakhir melihat gemerlap kota, kapan terakhir melihat keramaian, kapan terakhir bertemu orang terkasih dirumahnya, Ujang benar-benar lupa daratan, hingga Ujang tak tahu jalan pulang!. Ujang bukan satu-satunya <em>&#8220;Pemandu Wisata&#8221;</em> di lembah itu, Dilembah itu Ujang hidup berkelompok namun tak jarang Ujang hanya sendirian di lembah tersebut, Ya&#8230; terkadang Ujang ditemani cahaya rembulan yang langitnya penuh dengan kedip bintang, atau ditemani rintik hujan yang sangat romantis.<span id="more-154"></span></p>
<p><img class="alignright" src="http://farm1.static.flickr.com/197/463347090_f9d2b1a4fa_o.jpg" alt="Cemara" /><em>Eneng</em>, panggil saja seperti itu, seorang gadis desa yang serba bisa itu biasa dipanggil, iya! Bisa membuat si Ujang merasa hidupnya lebih komplit, Eneng yang selalu membuatnya terbangun di pagi hari, Eneng adalah pengunjung setia &#8220;lembah halimun&#8221;, yang selalu meminta agar Ujang mengantarkannya ketempat yang bisa membuat Eneng merasa tenang, dan Eneng bisa <em>&#8220;menggambarkan&#8221;</em> tempat itu diatas kanvasnya. Jika Eneng sedang rehat, percakapan ringanpun dimulai.. Ujang hanya menjawab jika Eneng bertanya, entah mengapa! Dikemudian hari saya melihat Ujang duduk diantara bebatuan alam di &#8220;lembah Halimun&#8221; didepannya ada Eneng dengan Pinsil dan kertas gambarnya, Eneng sedang membuat sketsa wajah Ujang, apakah Eneng tertarik pada Ujang? entahlah&#8230; Hingga tempat bagus sekelas <em>&#8220;Cemara Tiga&#8221;</em>-pun, mereka lewatkan dihari yang cerah itu.</p>
<p>Jam dihari dan minggu dibulan terus berganti.., Kali ini Ujang sedang berpose <em>menulis</em> di depan <abbr title="lentera"><em>&#8220;centir&#8221;</em></abbr>, dihadapannya lagi-lagi saya melihat Eneng sedang sibuk mengejar objek yang sedang diam bak patung. Terlalu panjang jika saya mengurai kejadian menit-menit kehidupan mereka, lagi pula saya tak pernah menghubungi Ujang dan Eneng sebelumnya untuk meminta izin membagikan kisahnya ke log ini. kurang lebih 2 tahun berselang dari kejadian diatas Ujang dan Eneng menikah. </p>
<p>Beberapa bulan kedepan adalah tepat 6 tahun umur pernikahan mereka.. apa kabar mereka?, bagaimana kisah kehidupan mereka?, saya tak mampu mengisahkannya disini, saya yakin kehidupan mereka berdua sarat dengan ujian dan cobaan.. mampukah mereka menghadapinya? tergantung pada mereka.. <em>God Bless You Ujang dan Eneng!</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://medon.or.id/mampukah-mereka-menghadapinya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>23</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Izinkan saya bicara cinta&#8230;</title>
		<link>http://medon.or.id/izinkan-saya-bicara-cinta/</link>
		<comments>http://medon.or.id/izinkan-saya-bicara-cinta/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 19 Mar 2007 18:55:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>medon</dc:creator>
				<category><![CDATA[medon ngeblog]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://medon.or.id/2007/03/20/izinkan-saya-bicara-cinta/</guid>
		<description><![CDATA[Ari &#8220;si anak malam&#8221; adalah orang tersimpel dalam posting! entah sebab waktunya sudah tak banyak dengan Internet, apa sibuk belajar Ruby?. 
Sampeyan sempet bingung jika sudah bermain dengan cinta? tiba-tiba saja rasa cinta itu timbul? Sejak kecil saya saya sudah menggunakan hati. Saya cinta malam, sunyi dan redup! entah sudah berapa persen hati ini saya [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://medon.or.id/wp-content/uploads/2007/03/427149902_623badd997_o.jpg" alt="dot-net-dot-com" title="dot-net-dot-com" width="353" height="247" class="alignleft size-full wp-image-529" /><a href="http://www.malam.or.id/blog/1745.19.html">Ari <em>&#8220;si anak malam&#8221;</em></a> adalah orang tersimpel dalam posting! entah sebab waktunya sudah tak banyak dengan <em>Internet</em>, apa sibuk belajar <a href="http://www.malam.or.id/blog/1750.24.html">Ruby</a>?. </p>
<p>Sampeyan sempet bingung jika sudah bermain dengan cinta? tiba-tiba saja rasa cinta itu timbul? Sejak kecil saya saya sudah menggunakan hati. Saya cinta malam, sunyi dan redup! entah sudah berapa persen hati ini saya gunakan. Sisanya? ya saat ini tinggal segini ini, Walaupun saya generasi <abbr title="Gembel Gimbal Gembul">3G</abbr>, toh saya masih diberi anugerah tentang cinta :) Bukankah begitu? bahwa <em>&#8220;Cinta itu anugerah&#8221;</em>, atau <em>&#8220;Cinta itu buta?&#8221;</em>, <del datetime="2007-03-19T19:06:24+00:00">tahi ayam rasa coklat</del> kata <em>&#8220;Gombloh&#8221;</em>.</p>
<p><span class="bekgron"><em>Cerita cintapun macam-macam, Oh indahnya! &#8220;Sampeyan sempet punya pengalaman cinta seperti apa?&#8221;</em></span></p>
<p>Ilustrasi: Blog malam http://malam.or.id/blog/</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://medon.or.id/izinkan-saya-bicara-cinta/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>26</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kamilah di Indonesia</title>
		<link>http://medon.or.id/kamilah-di-indonesia/</link>
		<comments>http://medon.or.id/kamilah-di-indonesia/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 08 Mar 2007 20:09:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>medon</dc:creator>
				<category><![CDATA[saya & keluarga]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://medon.or.id/2007/03/09/kamilah-di-indonesia/</guid>
		<description><![CDATA[Umurnya baru 51 bulan, namun sudah mesti disibukan sekolah mengaji setiap sore. dari pada melantur godain tantenya yang umurnya masih dibawahnya. sepertinya Kamilah lebih menikmati papan luncur disekolahnya, atau enjot-enjotan berwarna biru, merah, kuning, warnannya menyala-nyala deh!. Sebentar lagi masuk Taman Kanak-Kanak, kadang dia ngelantur.. bicara pada saya tentang hayalan kelak jadi Polisi. Dasar Bocah!
Selain [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://medon.or.id/wp-content/uploads/2007/03/414858167_7d259f6657_o.jpg" alt="Kamilah" title="Kamilah" width="250" height="260" class="alignleft size-full wp-image-532" />Umurnya baru 51 bulan, namun sudah mesti disibukan sekolah mengaji setiap sore. dari pada melantur godain tantenya yang umurnya masih dibawahnya. sepertinya Kamilah lebih menikmati papan luncur disekolahnya, atau <em>enjot-enjotan</em> berwarna biru, merah, kuning, warnannya menyala-nyala deh!. Sebentar lagi masuk Taman Kanak-Kanak, kadang dia ngelantur.. bicara pada saya tentang hayalan kelak jadi Polisi. <em>Dasar Bocah!</em></p>
<p>Selain polisi dia juga mau jadi guru jika mentok!, sebab predikat guru selalu disebut setelah Polisi. apapun mimpinya.. saya sebagai <em>&#8220;bapake mila&#8221;</em> mesti memberikan Kamilah kesempatan untuk mencicip mimpinya.. &#8212; dengan segala daya dan upaya yang saya punya tentunya. Kamilah pun punya segudang keinginan kelak, sekarang hanya minta dibelikan sepeda, konon <a href="http://medon.or.id/2006/07/14/belajar-sakit-untuk-sebuah-keinginan/">sepeda kemarin</a> sudah kekecilan :) lagi-lagi berdecak <em>Dasar bocah!&#8221;</em><span id="more-152"></span></p>
<p>Jikalau tuhan mengijinkan. Kamilah pasti punya sepeda yang PAS! dapat pula mencicip mimpi sesuai angan. harapan saya tentunya.. sebab <em>&#8220;bapake mila&#8221;</em> pingin liat bocahnya bahagia, kalo bisa ya dunia akhirat! minimal senangi diri sendiri, agar percaya diri melangkah dan mengarungi &#8220;hitam putih&#8221; kehidupan. Konon <abbr title="Percaya Diri">PD</abbr> senjata maha dasyat yg patut dimiliki! entah lah nak.. Rindu yang biru ini kadang berubah kelam oleh jarak dan waktu! <em>&#8220;esok lusa boleh kita jumpa lagi kan?&#8221;</em></p>
<p>Kening ini yang merasa setiap dikecup saat ayah mesti pergi, Kucipta nama indah pun bukan buat aku, semua itu untuk kau nikmati. <a heref="http://medon.or.id/2006/01/16/syabana-wila-kamilah/">Syabana Willa Kamilah</a> saya memberimu nama. Penuh arti, walau hanya saya yang tahu apa itu maknanya.. :)</p>
<p><span class="bekgron">Nak.. kamu lahir dan besar di Indonesia, semoga kamu bangga jadi bocah Indonesia!</span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://medon.or.id/kamilah-di-indonesia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>20</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Saya bekerja sesuai selera</title>
		<link>http://medon.or.id/saya-bekerja-sesuai-selera/</link>
		<comments>http://medon.or.id/saya-bekerja-sesuai-selera/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 08 Mar 2007 17:54:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>medon</dc:creator>
				<category><![CDATA[medon ngeblog]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://medon.or.id/2007/03/09/saya-bekerja-sesuai-selera/</guid>
		<description><![CDATA[&#8220;Seleramu dimana? kok kerjaan bagus penuh dengan jaminan laik kamu tolak?&#8221; 
Mungkin &#8212; Kesempatan memang datang sekali dalam hidup, dengan menawarkan 2 pilihan yang membosankan. Contohnya pilihan Ya atau Tidak?, yang selalu menanti di penghujung kesempatan. Saya dipaksa untuk memilih dan kadang hingga memeras pikiran. Nyaman dalam bekerja sudah menjadi pedoman dalam hidup, terlihat sedikit [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://medon.or.id/wp-content/uploads/2007/03/414772263_eda16ba1f2_o.jpg" alt="Seudel enaknya" title="Seudel enaknya" width="180" height="271" class="alignleft size-full wp-image-534" /><em>&#8220;Seleramu dimana? kok kerjaan bagus penuh dengan jaminan laik kamu tolak?&#8221; </em><br />
Mungkin &#8212; Kesempatan memang datang sekali dalam hidup, dengan menawarkan 2 pilihan yang membosankan. Contohnya pilihan <em>Ya atau Tidak?</em>, yang selalu menanti di penghujung kesempatan. Saya dipaksa untuk memilih dan kadang hingga memeras pikiran. Nyaman dalam bekerja sudah menjadi pedoman dalam hidup, terlihat sedikit munafik memang, wajar lah emang iya tampak munafik.. wong saya menolak perubahan yang lebih baik. Bagi saya kenyamanan bekerja adalah modal utama. Pendapatan, dan fasilitas, hanya pendukung saja. Bisa jadi saya menolak bekerja menjadi supir pribadi pak Presiden karena alasan sepele seperti, <em>&#8220;males ah, kalo lagi kena demo, supir kadang kena imbas&#8221;</em>. atau <em>&#8220;Ogah, saya ndak tega kalo nyusul mereka yang mengantri macet, berduyun-duyun kesal menanti lampu hijau, sedang saya melaju santai di jalur BUSWAY&#8221;</em>. Saya lebih nyaman punya pekerjaan <em>ngasong</em> seperti sekarang ini, bebas rasanya!<span id="more-150"></span></p>
<p>Saya juga termasuk yang <abbr title="menggunakan ego"><em>ngego</em></abbr> dalam memilih pekerjaan, saya taksuka menukar kesenangan dengan uang. Saya suka sekali <abbr title="mengenakan kaus oblong"><em>ngoblong</em></abbr> dan <em><abbr title="tampak kucel">ngucel</abbr></em> dalam gaya. Tampil seenaknya lah :) lebih nyaman begitu, dari pada musti mengenakan <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Tuxedo_%28clothing%29">Tuxedo</a>! Walau mungkin lebih <em>parlente</em> dan <em>necis</em> dipandang mata. :)</p>
<p>Saya yakin selera anda lebih laik di pos ke blog anda, bukan untuk beradu otot ngebela selera. hanya saja.. karena saya memiliki selera, hidup ini jadi berwarna. <em>&#8220;Happy bloging!&#8221;</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://medon.or.id/saya-bekerja-sesuai-selera/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Lama tak bertemu, kemarin melepas rindu</title>
		<link>http://medon.or.id/lama-tak-bertemu-kemarin-melepas-rindu/</link>
		<comments>http://medon.or.id/lama-tak-bertemu-kemarin-melepas-rindu/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 18 Feb 2007 21:22:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>medon</dc:creator>
				<category><![CDATA[medon ngeblog]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://medon.or.id/2007/02/19/lama-tak-bertemu-kemarin-melepas-rindu/</guid>
		<description><![CDATA[
Lama sekali saya tidak bertemu konco lawas, sibuk dengan aktifitas masing-masing, dan jarak yang kini membentang membuat saya dengan teman-teman lawas jarang bersua. Sesekali  guyon lewat peranti lunak YM!, itupun kadang terganggu dengan sibuknya pekerjaan &#8220;jadi ndak konsen guyon&#8221;. Sabtu sore, kawan saya Erwin menghubungi saya lewat telepon. &#8220;Don, moal balik ka sukabumi kan?, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://medon.or.id/wp-content/uploads/2007/02/394406976_ba3399e12b_o.jpg" alt="Konco Lawas" title="Konco Lawas" width="438" height="292" class="aligncenter size-full wp-image-540" /></p>
<p>Lama sekali saya tidak bertemu konco lawas, sibuk dengan aktifitas masing-masing, dan jarak yang kini membentang membuat saya dengan teman-teman lawas jarang bersua. Sesekali  guyon lewat peranti lunak YM!, itupun kadang terganggu dengan sibuknya pekerjaan <em>&#8220;jadi ndak konsen guyon&#8221;</em>. Sabtu sore, kawan saya Erwin menghubungi saya lewat telepon. <em>&#8220;Don, moal balik ka sukabumi kan?, Urang jeung jimmy ayeuna kaditu nya, urang ka si Andri sakalian. &#8212; Sono yeuh</em>.<a href="#satu">*</a> Tentu saja tawaran itu saya sambut dengan senang, kebetulan hari itu bukan jatah saya untuk pulang kampung ke Sukabumi. Kongko bersama ketiga kawan semasa masih mengenakan seragam putih abu-abu memang mempunyai kesan tersendiri, membicarakan pekerjaan masing-masing dan bla..bla..bla.. biasa saja, yang spesial malahan ketika percakapan mulai mengenang masa lalu. Dari mulai senyum hingga tertawa terbahak-bahak dibuatnya, mengenang dan berkumpul dengan kawan-kawan <em>jadul</em> memang mengasyikan!, Sayang&#8230; berakhir dengan pelukan erat perpisahan, sebab pagi ini sudah harus kembali beraktifitas. <span class="bekgron">Seberapa dekat hubungan anda dengan konco lawas anda?, anda boleh bercerita disini.</span></p>
<p><em><a name="satu">*</a>) Don, tidak akan pulang ke Sukabumi kan?, Saya bersama jimmy sekarang kesana ya, kita ke si Andri sekalian. &#8212; Kangen nih</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://medon.or.id/lama-tak-bertemu-kemarin-melepas-rindu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>19</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Anda mencari atau memburu?</title>
		<link>http://medon.or.id/anda-mencari-atau-memburu/</link>
		<comments>http://medon.or.id/anda-mencari-atau-memburu/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 15 Feb 2007 12:04:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>medon</dc:creator>
				<category><![CDATA[medon ngeblog]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://medon.or.id/2007/02/15/anda-mencari-atau-memburu/</guid>
		<description><![CDATA[
Siapa sih yang ndak kenal Dudi Gurnadi. Kemarin 2 tulisan dudi yang ngebahas soal ganja selalu sebut nama saya diisinya (emang napa sih dud?, kok aku selalu disebut jika bahas ganja). Tidak sedikit orang dibumi ini yang mencarinya, tidak sedikit pula yang memburunya. Koq diburu? iya.. konon tumbuhan yang satu ini mengandung zat yang dapat [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://medon.or.id/wp-content/uploads/2007/02/391051745_27e698eb0a_o.jpg" alt="Rasta" title="Rasta" width="438" height="211" class="aligncenter size-full wp-image-542" /></p>
<p>Siapa sih yang ndak kenal <a href="http://dgk.or.id">Dudi Gurnadi</a>. Kemarin 2 tulisan dudi yang ngebahas soal <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Ganja">ganja</a> selalu sebut nama saya diisinya (emang napa sih dud?, kok aku selalu disebut jika bahas ganja). Tidak sedikit orang dibumi ini yang mencarinya, tidak sedikit pula yang memburunya. Koq diburu? iya.. konon tumbuhan yang satu ini mengandung zat yang dapat memabukan yaitu <em>Tetra Hydro Cannabinol (THC)</em>. Zat apa tersebut saya kurang begitu paham, namun saya sering membaca berita, bahwa zat tersebut termasuk dalam kategori zat yang memabukan.<span id="more-145"></span></p>
<p>Terlepas dari anda adalah sebagai pencari atau pemburu tanaman tersebut, bolehkan jika saya ingin berbagi secuil pengalaman. Pertama kali kenal tumbuhan tersebut beberapa tahun silam. Santer gosip yang saya dengar tentang ganja, konon ganja adalah tanaman liar yang tumbuh ditanah Aceh. Keberadaanya sendiri dimanfaatkan oleh masyarakat Aceh, bahkan kemarin dudi membahas <a href="http://dgk.or.id/archives/2006/12/20/dodol-dan-kopi-ganja/">dodol dan kopi</a> yang berbahan dasar ganja. Pertama kali mencoba kopi ganja beberapa bulan silam tatkala kerabat dapat tugas ke kota Aceh dan pulangnya membawa oleh-oleh kopi ganja. Tidak ada yang spesial&#8230; rasanya tidak terpaut jauh dengan kopi yang beredar bebas di tanah Jawa. Namun reaksinya benar kata mereka&#8230; MEMABUKAN! ketawa ketiwi di buatnya :)</p>
<p>Masih penasaran hingga kini untuk mencicip dodolnya, <a href="http://awenx.bungker.org/">Awenx</a> bilang musti sabar untuk mencicip dodolnya. Selain pembuatnya kini jarang, Awenx juga harus mencari pembuat dodol ke pedalaman Aceh. Saya tunggu wenx&#8230; </p>
<p><span class="bekgron">gimana?, anda mau ikutan mencicip juga?</span> :)</p>
<p>Ilustrasi gambar: medon&#8217;s log</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://medon.or.id/anda-mencari-atau-memburu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>kaki dan tangan terbalik untuk mengejar mimpi</title>
		<link>http://medon.or.id/kaki-dan-tangan-terbalik-untuk-mengejar-mimpi/</link>
		<comments>http://medon.or.id/kaki-dan-tangan-terbalik-untuk-mengejar-mimpi/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 04 Feb 2007 11:14:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>medon</dc:creator>
				<category><![CDATA[medon ngeblog]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://medon.or.id/2007/02/04/kaki-tangan-terbalik-untuk-mengejar-mimpi/</guid>
		<description><![CDATA[Mengejar mimpi memang membutuhkan pengorbanan, kita dibuat terpontang panting mengejarnya, bahkan terkadang terasa konyol, kaki jadi kepala dan kepala jadi kaki. Suka tidak suka ya musti dilakoni jika memang menginginkan mimpi itu terwujud. Seperti saya, harus rela meninggalkan log ini beberapa bulan terakhir yang membuat log ini sepi dari postingan, malah sampai ada yang berkirim [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://medon.or.id/wp-content/uploads/2007/02/annekaringlasscom1.jpg" alt="mengejar mimpi" title="mengejar mimpi" width="250" height="331" class="alignleft size-full wp-image-544" />Mengejar mimpi memang membutuhkan pengorbanan, kita dibuat terpontang panting mengejarnya, bahkan terkadang terasa konyol, <em>kaki jadi kepala dan kepala jadi kaki</em>. Suka tidak suka ya musti dilakoni jika memang menginginkan mimpi itu terwujud. Seperti saya, harus rela meninggalkan log ini beberapa bulan terakhir yang membuat log ini sepi dari postingan, malah sampai ada yang berkirim email kepada saya untuk menannyakan <span class="bekgron">&#8220;medon&#8217;s log apa medon&#8217;s lag, koq blog nggak di update lagi?&#8221;</span>. :)</p>
<p>Berhentinya posting berawal dari menumpuknya pekerjaan yang membuat saya harus lebih kosentrasi memikirkannya. Walau internet tetap tersambung, namun hanya bisa di pergunakan untuk mengisi postingan-postingan kecil saja di kategori &#8220;berbagi berita&#8221; yang muncul di sisi kanan log ini. Memang tidak sesibuk kota Jakarta yang sedang sibuk memberantas Flu Burung, atau para korban banjir di Jakarta yang sibuk mencari tempat tinggal sementara.<span id="more-144"></span> Saya masih bisa rehat dan santai, minum kopi dan merokok sambil ditemani lagu. Bahkan masih bisa merubah tampilan log ini dengan tampilan baru. Dan saya memanggilnya <em>&#8220;Hitam Putih themes&#8221;</em>, desain grapis saya memakai themes milik <a href="http://eightface.com">eightface</a> namun script masih menggunakan yang kemarin hanya saja sidebar yang berpindah jadi berada disebelah kanan.</p>
<p>Ilustrasi gambar: http://www.annekaringlass.com/</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://medon.or.id/kaki-dan-tangan-terbalik-untuk-mengejar-mimpi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>7</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
