<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>medon's log &#187; saya &amp; keluarga</title>
	<atom:link href="http://medon.or.id/category/saya-keluarga/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://medon.or.id</link>
	<description>belajar membaca sambil menulis</description>
	<lastBuildDate>Mon, 31 May 2010 10:36:47 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.8.5</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Kado dari ibumu</title>
		<link>http://medon.or.id/kado-dari-ibumu/</link>
		<comments>http://medon.or.id/kado-dari-ibumu/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 06 May 2007 17:23:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>medon</dc:creator>
				<category><![CDATA[saya & keluarga]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://medon.or.id/2007/05/07/155/</guid>
		<description><![CDATA[Tanggal 3 mei kemarin, Syabana Willa Kamilah tepat berumur 5 tahun. Banyak sekali perubahan yang dialami, serasa baru kemarin Kamilah belajar berjalan, hingga mesti menabrak pintu kamar dahulu untuk menghentikan langkahnya yang sempoyongan, memanggilku dengan &#8220;atah&#8221;, mungkin maksudnya Ayah. Belajar bernyanyi &#8220;balonku ada lima rupa-rupa warnanya&#8230;dst&#8221; dan saat &#8220;DOR&#8221; adalah bagian yang Kamilah gemari. lebih [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Tanggal 3 mei kemarin, Syabana Willa Kamilah tepat berumur 5 tahun. Banyak sekali perubahan yang dialami, serasa baru kemarin Kamilah belajar berjalan, hingga mesti menabrak pintu kamar dahulu untuk menghentikan langkahnya yang sempoyongan, memanggilku dengan <em>&#8220;atah&#8221;</em>, mungkin maksudnya <em>Ayah</em>. Belajar bernyanyi <em>&#8220;balonku ada lima rupa-rupa warnanya&#8230;dst&#8221; dan saat &#8220;DOR&#8221;</em> adalah bagian yang Kamilah gemari. lebih senang jika ekspresi kita yang melihatnya seperti orang yang kaget, Kamilah bisa tertawa terpingkal-pingkal. Kamilah juga pernah sakit parah hingga berat badannya turun drastis hingga 8 Kg, kuruuuuus sekali kamu nak.. Bersukurlah kamu, memiliki Ibu yang sangat menyayangimu, dia orang satu-satunya yang selalu menemanimu disaat kamu sakit atau sehat, suka maupun duka. Akupun demikian nak! menyayangimu <em>sepenuh hati</em>, walau aku selalu tak punya waktu lebih berada disampingmu.</p>
<p>Sekarang Kamilah sudah jarang sekali menyanyikan lagu <em>&#8220;balonku ada lima&#8221;</em>, sekarang lagunya sudah <em>buaya darat</em>nya Ratu, fasih juga menyanyikan lagu <em>Jablai</em>nya Titi Kamal, Sekarang kamilah yang ajarkan saya berucap <em>&#8220;Sony Ericsson, Hape deeeh&#8221;</em>. Kamilah juga sudah pandai memberi tahu bahwa saya salah dalam berprilaku, atau memberi pertanyaan yang hingga kini sulit saya jawab <em>&#8220;ayah, allah itu dimana sih yah?&#8221;</em> ibunya kadang menimpal jika melihat suaminya kebingungan menjawab <em>&#8220;allah ada dimana-mana mil..&#8221;</em>, <em>&#8220;ooo.. jadi allah itu banyak ya bu?&#8221;</em> timpal mila, terus dan terus bertanya. Bersyukurlah kamu nak&#8230; memiliki seorang ibu yang bisa menjawab semua pertanyaan-pertanyaan sesulit itu.<span id="more-155"></span></p>
<p><img src="http://medon.or.id/wp-content/uploads/2007/05/484225373_d364bbe010_o1-207x152.jpg" alt="Syabana Willa Kamilah" title="Syabana Willa Kamilah" width="207" height="152" class="alignleft size-medium wp-image-518" />Sekarang sudah bisa menyebut huruf dan terbata-bata untuk membaca, walau lebih pintar membaca buku <em>iqro</em>, namun kini kamilah sering sekali berkirim <abbr title="Short Message Service">SMS</abbr> pada saya dengan pesan <em>&#8220;ALAPYU AYAHKU&#8221;</em> konon tulisan <em>&#8220;ALAPYU&#8221;</em> dia sendiri yang merangkai, jika tulisan <em>&#8220;AYAHKU&#8221;</em> Kamilah masih sedikit kebingungan dan masih sering bertanya pada ibunya untuk merangkai dan mengetiknya, bersyukurlah Kamilah sebab kamu memiliki ibu yang selalu bisa membimbingmu setiap waktu, dan sepanjang hidupnya!. <em>&#8220;Tak bisa terlukiskan oleh kata-kata, saya sempat memiliki kamu dan ibumu!&#8221;</em></p>
<p><span class="bekgron">Bulan ini, Umurmu berkurang satu. Semoga tetap bisa menjadi dirimu sendiri, dan bisa mensyukuri apa yang telah Allah berikan padamu.</span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://medon.or.id/kado-dari-ibumu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>29</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>mampukah mereka menghadapinya?</title>
		<link>http://medon.or.id/mampukah-mereka-menghadapinya/</link>
		<comments>http://medon.or.id/mampukah-mereka-menghadapinya/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 17 Apr 2007 22:48:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>medon</dc:creator>
				<category><![CDATA[saya & keluarga]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://medon.or.id/2007/04/18/mampukah-mereka-menghadapinya/</guid>
		<description><![CDATA[Sekitar 8 tahun silam alkisah ada seorang pemuda yang sedang jemu dalam hidup, pemuda tersebut mencoba mencari jawaban apa arti hidup untuknya. Pemuda yang besar di tanah sunda itu kita panggil saja namanya &#8220;Ujang&#8221;, Ujang berlabu di suatu tempat yang jauh dengan keramaian. Jauh dipinggir kota Sukabumi, tepat di kaki Gunung Gede &#8211; Pangrango, Ujang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://medon.or.id/wp-content/uploads/2007/04/wedding.jpg" alt="wedding" title="wedding" width="250" height="365" class="alignleft size-full wp-image-527" />Sekitar 8 tahun silam alkisah ada seorang pemuda yang sedang <em>jemu</em> dalam hidup, pemuda tersebut mencoba mencari jawaban apa <em>arti hidup</em> untuknya. Pemuda yang besar di tanah sunda itu kita panggil saja namanya <em>&#8220;Ujang&#8221;</em>, Ujang berlabu di suatu tempat yang jauh dengan keramaian. Jauh dipinggir kota Sukabumi, tepat di kaki Gunung Gede &#8211; Pangrango, Ujang mengabdi pada alam. Semuanya diatur oleh alam hingga akhirnya Ujang nyaman dengan dirinya disana. Seribu kisah lebih, Ujang toreh di Lembah tersebut, o iya!  lembah itu bernama <em>&#8220;Lembah Halimun&#8221;</em>, wajar saja Ujang menoreh kenangannya dilembah itu, Sebab lembah itu menawarkan halimun yang lembut dan sejuk, halimun itu juga yang selalu menyapanya setiap saat. Halimun yang beraroma sejuk, damai, dan lembut bagi Ujang!</p>
<p>Ujang serasa dibius oleh alam, lupa daratan dibuatnya, hingga Ujang lupa kapan terakhir melihat gemerlap kota, kapan terakhir melihat keramaian, kapan terakhir bertemu orang terkasih dirumahnya, Ujang benar-benar lupa daratan, hingga Ujang tak tahu jalan pulang!. Ujang bukan satu-satunya <em>&#8220;Pemandu Wisata&#8221;</em> di lembah itu, Dilembah itu Ujang hidup berkelompok namun tak jarang Ujang hanya sendirian di lembah tersebut, Ya&#8230; terkadang Ujang ditemani cahaya rembulan yang langitnya penuh dengan kedip bintang, atau ditemani rintik hujan yang sangat romantis.<span id="more-154"></span></p>
<p><img class="alignright" src="http://farm1.static.flickr.com/197/463347090_f9d2b1a4fa_o.jpg" alt="Cemara" /><em>Eneng</em>, panggil saja seperti itu, seorang gadis desa yang serba bisa itu biasa dipanggil, iya! Bisa membuat si Ujang merasa hidupnya lebih komplit, Eneng yang selalu membuatnya terbangun di pagi hari, Eneng adalah pengunjung setia &#8220;lembah halimun&#8221;, yang selalu meminta agar Ujang mengantarkannya ketempat yang bisa membuat Eneng merasa tenang, dan Eneng bisa <em>&#8220;menggambarkan&#8221;</em> tempat itu diatas kanvasnya. Jika Eneng sedang rehat, percakapan ringanpun dimulai.. Ujang hanya menjawab jika Eneng bertanya, entah mengapa! Dikemudian hari saya melihat Ujang duduk diantara bebatuan alam di &#8220;lembah Halimun&#8221; didepannya ada Eneng dengan Pinsil dan kertas gambarnya, Eneng sedang membuat sketsa wajah Ujang, apakah Eneng tertarik pada Ujang? entahlah&#8230; Hingga tempat bagus sekelas <em>&#8220;Cemara Tiga&#8221;</em>-pun, mereka lewatkan dihari yang cerah itu.</p>
<p>Jam dihari dan minggu dibulan terus berganti.., Kali ini Ujang sedang berpose <em>menulis</em> di depan <abbr title="lentera"><em>&#8220;centir&#8221;</em></abbr>, dihadapannya lagi-lagi saya melihat Eneng sedang sibuk mengejar objek yang sedang diam bak patung. Terlalu panjang jika saya mengurai kejadian menit-menit kehidupan mereka, lagi pula saya tak pernah menghubungi Ujang dan Eneng sebelumnya untuk meminta izin membagikan kisahnya ke log ini. kurang lebih 2 tahun berselang dari kejadian diatas Ujang dan Eneng menikah. </p>
<p>Beberapa bulan kedepan adalah tepat 6 tahun umur pernikahan mereka.. apa kabar mereka?, bagaimana kisah kehidupan mereka?, saya tak mampu mengisahkannya disini, saya yakin kehidupan mereka berdua sarat dengan ujian dan cobaan.. mampukah mereka menghadapinya? tergantung pada mereka.. <em>God Bless You Ujang dan Eneng!</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://medon.or.id/mampukah-mereka-menghadapinya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>23</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kamilah di Indonesia</title>
		<link>http://medon.or.id/kamilah-di-indonesia/</link>
		<comments>http://medon.or.id/kamilah-di-indonesia/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 08 Mar 2007 20:09:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>medon</dc:creator>
				<category><![CDATA[saya & keluarga]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://medon.or.id/2007/03/09/kamilah-di-indonesia/</guid>
		<description><![CDATA[Umurnya baru 51 bulan, namun sudah mesti disibukan sekolah mengaji setiap sore. dari pada melantur godain tantenya yang umurnya masih dibawahnya. sepertinya Kamilah lebih menikmati papan luncur disekolahnya, atau enjot-enjotan berwarna biru, merah, kuning, warnannya menyala-nyala deh!. Sebentar lagi masuk Taman Kanak-Kanak, kadang dia ngelantur.. bicara pada saya tentang hayalan kelak jadi Polisi. Dasar Bocah!
Selain [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://medon.or.id/wp-content/uploads/2007/03/414858167_7d259f6657_o.jpg" alt="Kamilah" title="Kamilah" width="250" height="260" class="alignleft size-full wp-image-532" />Umurnya baru 51 bulan, namun sudah mesti disibukan sekolah mengaji setiap sore. dari pada melantur godain tantenya yang umurnya masih dibawahnya. sepertinya Kamilah lebih menikmati papan luncur disekolahnya, atau <em>enjot-enjotan</em> berwarna biru, merah, kuning, warnannya menyala-nyala deh!. Sebentar lagi masuk Taman Kanak-Kanak, kadang dia ngelantur.. bicara pada saya tentang hayalan kelak jadi Polisi. <em>Dasar Bocah!</em></p>
<p>Selain polisi dia juga mau jadi guru jika mentok!, sebab predikat guru selalu disebut setelah Polisi. apapun mimpinya.. saya sebagai <em>&#8220;bapake mila&#8221;</em> mesti memberikan Kamilah kesempatan untuk mencicip mimpinya.. &#8212; dengan segala daya dan upaya yang saya punya tentunya. Kamilah pun punya segudang keinginan kelak, sekarang hanya minta dibelikan sepeda, konon <a href="http://medon.or.id/2006/07/14/belajar-sakit-untuk-sebuah-keinginan/">sepeda kemarin</a> sudah kekecilan :) lagi-lagi berdecak <em>Dasar bocah!&#8221;</em><span id="more-152"></span></p>
<p>Jikalau tuhan mengijinkan. Kamilah pasti punya sepeda yang PAS! dapat pula mencicip mimpi sesuai angan. harapan saya tentunya.. sebab <em>&#8220;bapake mila&#8221;</em> pingin liat bocahnya bahagia, kalo bisa ya dunia akhirat! minimal senangi diri sendiri, agar percaya diri melangkah dan mengarungi &#8220;hitam putih&#8221; kehidupan. Konon <abbr title="Percaya Diri">PD</abbr> senjata maha dasyat yg patut dimiliki! entah lah nak.. Rindu yang biru ini kadang berubah kelam oleh jarak dan waktu! <em>&#8220;esok lusa boleh kita jumpa lagi kan?&#8221;</em></p>
<p>Kening ini yang merasa setiap dikecup saat ayah mesti pergi, Kucipta nama indah pun bukan buat aku, semua itu untuk kau nikmati. <a heref="http://medon.or.id/2006/01/16/syabana-wila-kamilah/">Syabana Willa Kamilah</a> saya memberimu nama. Penuh arti, walau hanya saya yang tahu apa itu maknanya.. :)</p>
<p><span class="bekgron">Nak.. kamu lahir dan besar di Indonesia, semoga kamu bangga jadi bocah Indonesia!</span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://medon.or.id/kamilah-di-indonesia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>20</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Perbedaan diantara ibu dan anak</title>
		<link>http://medon.or.id/perbedaan-diantara-ibu-dan-anak/</link>
		<comments>http://medon.or.id/perbedaan-diantara-ibu-dan-anak/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 28 Sep 2006 19:42:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>medon</dc:creator>
				<category><![CDATA[saya & keluarga]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://medon.or.id/2006/09/29/perbedaan-diantara-ibu-dan-anak/</guid>
		<description><![CDATA[Membiarkannya berkreasi bagus-bagus saja, toh hasilnya bisa ia nikmati sendiri, untuk anda yang mau menikmati boleh-boleh saja malah mereka pasti senang jika karyanya bisa dinikmati orang, yang tidak suka juga boleh kok ngritik apalagi memberi masukan yang positip, ada perbedaan kecil didalam rumah antara ibu dan anak. Sah-sah saja kan jika ada perbedaan diantara mereka? [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://medon.or.id/wp-content/uploads/2006/09/255065301_3c015ebfd6_o.jpg" alt="Kamilah" title="Kamilah" width="250" height="187" class="alignleft size-full wp-image-557" />Membiarkannya berkreasi bagus-bagus saja, toh hasilnya bisa ia nikmati sendiri, untuk anda yang mau menikmati boleh-boleh saja malah mereka pasti senang jika karyanya bisa dinikmati orang, yang tidak suka juga boleh kok <em>ngritik</em> apalagi memberi masukan yang positip, ada perbedaan kecil didalam rumah antara ibu dan anak. <span class="bekgron">Sah-sah saja kan jika ada perbedaan diantara mereka?</span> Si ibu yang gemar sekali melukis jika ditanya masalah aliran dengan bangga ia menyebutnya <em>&#8220;Naturalis&#8221;</em>, jika si anak di tanya alirannya apa? pasti geleng-geleng. mungkin tidak tahu dan tidak pernah mau tahu, si anak hanya melampiaskan kesukaannya saja pada sebuah bidang seperti tembok, kertas, baju, atau apa saja yang dia anggap itu nyaman untuk di coreti, berbeda dengan si ibu, media kanvas yang dipilihnya untuk melampiaskan hobinya. <span id="more-126"></span></p>
<p><img src="http://medon.or.id/wp-content/uploads/2008/10/255061981_2c13e957e0_o.jpg" alt="" title="Cat" width="438" height="162" class="aligncenter size-full wp-image-223" /></p>
<p>Alatnya pun berbeda&#8230; si anak memilih cat air dengan alasan sudah bosen dengan <em>crayon</em>, si ibu yang sejak masih duduk di bangku <abbr title="Sekolah Menengah Pertama">SMP</abbr> memilih <a href="http://www.winsornewton.com/">cat minyak</a> sebagai alat berkarya, walau memang sebelumnya sempat menggunakan crayon, dan cat air, namun akhirnya memilih cat minyak, si ibu biasa melukis sambil berdiri atau sambil duduk di depan tripod dan kanvas, si anak bisa cuek sambil slonjoran depan televisi.<br />
<img class="alignright" src="http://static.flickr.com/92/255066455_11b46da6a1_o.jpg" alt="Melukis" />Ada saja yang minta dilukiskan pada si ibu, pemandangan atau foto, enak katanya kalau begitu&#8230; selain senang mengerjakannya <em>&#8220;hasilnya bisa untuk ini itu, dan menabung&#8221;</em>, jika si anak belum pernah dapat order, malah seringnya si ibu diminta untuk menggambarkan sketsa bunga, rumah, pohon atau apa saja yang ia inginkan sebelum ia mewarnainya dengan cat air. Jika ada pameran si ibu sibuk menyiapkan karya lalu merapihkannya, untuk segera di pasang dan di perlihatkan ke publik. Si anak hanya memamerkan karyanya pada saya ayahnya, setiap kali saya pulang ke rumah atau ia tempel di dalam kamar agar ayahnya melihat karyanya. Si ibu tak pernah berharap anaknya kelak mengikutinya untuk menggeluti bidang yang satu ini, namun entah kenapa hingga kini si anak masih gemar mengikuti kebiasaan ibunya. :)</p>
<p>Biarkan saja suatu saat mungkin si anak bosan sendiri.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://medon.or.id/perbedaan-diantara-ibu-dan-anak/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>28</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>pesta itu bernama samen</title>
		<link>http://medon.or.id/pesta-itu-bernama-samen/</link>
		<comments>http://medon.or.id/pesta-itu-bernama-samen/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 07 Aug 2006 22:05:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>medon</dc:creator>
				<category><![CDATA[saya & keluarga]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://medon.or.id/2006/08/07/pesta-itu-bernama-samen/</guid>
		<description><![CDATA[Tahukah anda? di pinggiran kota kecil Sukabumi masih ada tradisi yang masih di anut oleh masyarakatnya hingga kini, acara itu bernama samen. Samen adalah pesta bagi para murid sekolah mengaji yang diadakan setiap 6 Bulan sekali, tujuannya selain menghibur murid-murid pengajian dengan pesta kecil yang hanya bermodalkan Aula sekolah dan sebuah organ tunggal, konon sebelum [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://medon.or.id/wp-content/uploads/2006/08/209457203_500b51fc2e_o.jpg" alt="Samen" title="Samen" width="250" height="187" class="alignleft size-full wp-image-567" />Tahukah anda? di pinggiran kota kecil Sukabumi masih ada tradisi yang masih di anut oleh masyarakatnya hingga kini, acara itu bernama samen. Samen adalah pesta bagi para murid sekolah mengaji yang diadakan setiap 6 Bulan sekali, tujuannya selain menghibur murid-murid pengajian dengan pesta kecil yang hanya bermodalkan Aula sekolah dan sebuah <em>organ tunggal</em>, konon sebelum adanya <em>organ tunggal</em> untuk musik para guru memaikan alat musik rebana untuk memeriahkannya, murid-murid juga belajar berani tampil di atas panggung kecil yang disediakan oleh panitia acara, mereka di <em>uji nyali</em> untuk sedikit mengulas pelajaran di atas panggung, dari mulai membaca puisi dan alqur&#8217;an hingga menyanyikan lagu-lagu bertema religi ciptaan para guru mereka.<span id="more-115"></span></p>
<p><img class="alignright" src="http://static.flickr.com/68/209457201_56970d709a_o.jpg" alt="Paparazi on samen time" /><abbr tytle="semata wayang">Kamilah</abbr> kebagian tugas untuk membaca tata cara wudlu di atas panggung, tak ada wajah tegang di antara mereka, senang sekali kelihatannya, bahkan mereka seperti artis yang sedang bergaya di atas panggung, sebab para orang tua murid berubah jabatan, mereka seperti seorang penggemar yang sedang mengambil gambar bocah-bocah lucu tersebut dengan kamera saku, atau dengan menggunakan fasilitas kamera di <em>handpone</em>nya. Pantas saja tidak seperti artis terkenal yang merasa <em>nervouse</em> jika sedang berada di atas panggung dan di hadapannya ribuan penggemar, wong penontonnya di sini hanyalah para orang tua murid yang jumblahnya tak sampai ribuan. :)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://medon.or.id/pesta-itu-bernama-samen/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>8</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Hari Anak Nasional</title>
		<link>http://medon.or.id/hari-anak-nasional/</link>
		<comments>http://medon.or.id/hari-anak-nasional/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 23 Jul 2006 03:45:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>medon</dc:creator>
				<category><![CDATA[saya & keluarga]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://medon.or.id/2006/07/23/hari-anak-nasional/</guid>
		<description><![CDATA[
Beruntunglah wahai bocah Indonesia, sebab hari ini adalah hari yang dicanangkan sebagai Hari Anak Nasional oleh pemerintah kita. Wajar jika pemerintah mencanangkannya, sebab anak adalah aset terpenting bagi suatu negara. Mereka generasi penerus yang kelak akan membawa perubahan pada suatu negara. Baik dan buruk perubahan tersebut juga tergantung pada apa yang kita berikan pada mereka, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://medon.or.id/wp-content/uploads/2006/07/195801911_ff0c0dd23e_o.jpg" alt="HARI ANAK NASIONAL" title="HARI ANAK NASIONAL" width="438" height="256" class="aligncenter size-full wp-image-575" /></p>
<p>Beruntunglah wahai bocah Indonesia, sebab hari ini adalah hari yang dicanangkan sebagai <em>Hari Anak Nasional</em> oleh pemerintah kita. Wajar jika pemerintah mencanangkannya, sebab anak adalah aset terpenting bagi suatu negara. Mereka generasi penerus yang kelak akan membawa perubahan pada suatu negara. Baik dan buruk perubahan tersebut juga tergantung pada apa yang kita berikan pada mereka, baik dari saya sebagai orang tua, anda, juga tak kalah penting peran andil Pemerintah itu sendiri.<span id="more-109"></span></p>
<p>Memang peranan orang tua lebih penting untuk mendidiknya agar kelak mereka menjadi anak yang berguna. Namun peran anda dan pemerintah pun tak kalah penting bukan?. Di dunia ini tak akan ada orang tua yang menginginkan anaknya tidak bersekolah, sebab sudah sewajibnya sebagai orang tua untuk menyekolahkan anak <em>setinggi-tingginya</em>. Nah disana di butuhkan peranan anda sebagai seorang guru untuk mendidiknya bukan?. Namun apa jadinya jika pemerintah tidak mendukungnya?. Seperti sekarang ini, apakah dengan biaya sekolah yang mahal, fasilitas sekolah yang kurang memadai, kecilnya gajih seorang guru serta segala pelik permasalahan pendidikan yang terus saja terjadi, bisa membawa negeri ini kepada perubahan yang kita harapkan?. Saya tunggu solusinya&#8230; semoga solusi anda kelak akan akan membawa perubahan pada saya, anda, dan pemerintah! Amieeen&#8230; </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://medon.or.id/hari-anak-nasional/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>11</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Belajar sakit untuk sebuah keinginan</title>
		<link>http://medon.or.id/belajar-sakit-untuk-sebuah-keinginan/</link>
		<comments>http://medon.or.id/belajar-sakit-untuk-sebuah-keinginan/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 14 Jul 2006 03:23:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>medon</dc:creator>
				<category><![CDATA[saya & keluarga]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://medon.or.id/2006/07/14/belajar-sakit-untuk-sebuah-keinginan/</guid>
		<description><![CDATA[Masih ingatkah ketika pertama kali kita belajar sepeda? beberapa hari yang lalu si semata wayang ngotot kepingin bisa menaiki si roda dua. Sedikit was-was dengan keinginannya, sebab masih melekat di ingatan saya ketika belajar sepeda untuk pertama kalinya, sungguh sulitnya menjaga keseimbangan si roda dua tersebut. Lutut yang penuh luka, kaki terkilir, bahkan teman kecilku [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://medon.or.id/wp-content/uploads/2006/07/189125992_49ef97b046_o.jpg" alt="Kamilah belajar sepeda" title="Kamilah belajar sepeda" width="150" height="264" class="alignright size-full wp-image-577" />Masih ingatkah ketika pertama kali kita belajar sepeda? beberapa hari yang lalu si <em>semata wayang</em> ngotot kepingin bisa menaiki <em>si roda dua</em>. Sedikit was-was dengan keinginannya, sebab masih melekat di ingatan saya ketika belajar sepeda untuk pertama kalinya, sungguh sulitnya menjaga keseimbangan <em>si roda dua</em> tersebut. Lutut yang penuh luka, kaki terkilir, bahkan teman kecilku harus merelakan giginya tanggal satu untuk bisa menaklukan <em>si roda dua</em>. Tiba-tiba sekarang saya di todong si semata wayang untuk mengajarinya menaklukan <em>si roda dua</em> tersebut. Awalnya memang cemas, bagaimana tidak? saya takut jika nanti terjadi sesuatu hal yang tidak diinginkan. Jika hanya lecet-lecet di lutut sih wajar-wajar saja. bagaimana jika begini.. bagaimana pula jika begitu.. Ah! rasa takut yang saya rasakan terkadang membuat Mila jadi tidak bisa berbuat banyak.<span id="more-98"></span></p>
<p>Keesokan harinya setelah berfikir, saya memutuskan untuk mengajarkan mila <em>naik sepeda</em>. Di bawah rasa cemas, saya mendampinginya belajar bersepeda di teras depan rumah mertua. Selain tempatnya yang sedikit luas, salah satu kecemasanku hilang, sebab di teras rumah <em>abah</em> tak mungkin ada hilir mudik kendaraan bermesin :) Awalnya saya memasangkan <em>2 roda pembantu</em> di samping ban belakang agar sulitnya belajar keseimbangan tidak begitu terasa. Namun baru saja 15 menit Mila sudah komplen, <em>&#8220;Yah ban kecilnya buka aja, gak enak! brisik lagi!&#8221;</em>, memang kedua roda pembantu terbuat dari plastik jadi kurang nyaman terdengar jika beradu dengan plesteran semen di teras rumah abah. Senangnya Mila saat saya melepas <em>2 ban pembantu</em> tersebut.</p>
<p><img class="alignleft" src="http://static.flickr.com/52/189144650_deb90043a0_o.jpg" alt="Lutut" />Saya tidak begitu di repotkan oleh keinginannya yang menggebu untuk bisa lekas menaklukan <em>si roda dua</em>, sebab setiap kali saya memegangi sepedanya dari belakang, Mila acap kali melarang saya untuk memeganggi sepedanya. Lagi pula di depan teras rumah abah ada turunan yang lumayan curam, jadi Mila memulainya dari atas tanjakan dan memberanikan diri untuk meluncur bersama sepedanya tanpa harus letih mengayuh pedal sepeda. Seeeerrrrrrrr&#8230; dua hari berselang Mila sudah bisa menaklukan <em>si roda dua</em> warisan dari tantenya yang lama teronggok di dalam gudang rumah. </p>
<p><span class="bekgron">Sukses Mil&#8230; Belajar memang butuh pengorbanan! walau kadang sakit mesti dirasa.</span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://medon.or.id/belajar-sakit-untuk-sebuah-keinginan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>22</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Cerita tentang Maya..</title>
		<link>http://medon.or.id/cerita-tentang-maya/</link>
		<comments>http://medon.or.id/cerita-tentang-maya/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 02 Jun 2006 17:08:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>medon</dc:creator>
				<category><![CDATA[saya & keluarga]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://medon.or.id/2006/06/03/seberapa-jauh-hubunganku-dengan-maya/</guid>
		<description><![CDATA[Serasa baru kemarin, namun ketika melihat almanak di atas monitor dan mencoba menghitung dengan jari kurang lebih 8 tahun hubunganku dengan Maya terjalin. Banyak sekali cerita suka dan duka, masih melekat di ingatanku ketika saya di perkenalkan kepada teman-temannya. Unik memang nama-nama teman Maya, sebut saja mIRC, atau  YM!. Keunikan itulah yang membuatku tertarik [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://medon.or.id/wp-content/uploads/2006/06/kamilah1.jpg" alt="kamilah" title="kamilah" width="200" height="266" class="alignleft size-full wp-image-595" />Serasa baru kemarin, namun ketika melihat almanak di atas monitor dan mencoba menghitung dengan jari kurang lebih 8 tahun hubunganku dengan Maya terjalin. Banyak sekali cerita suka dan duka, masih melekat di ingatanku ketika saya di perkenalkan kepada teman-temannya. Unik memang nama-nama teman Maya, sebut saja <abbr title="Internet Relay Chat">mIRC</abbr>, atau  <abbr title="Yahoo Messangger">YM!</abbr>. Keunikan itulah yang membuatku tertarik padanya. coba anda sedikit mengingat kembali, pernahkah anda mempunyai teman yang namanya menggunakan simbol tanda seru?, Saya rasa tidak ada, dan tidak akan pernah ada! :) Oh iya, saya dikenalkan pula olehnya bagaimana cara <em>berkirim surat</em> tanpa harus berkeringat pergi ke Kantor Pos. Maya memang luar biasa bagiku, sehingga saya merasa <span class="bekgron">mencintainya melebihi dari segala-galanya&#8230;</span>  Dari perkenalanku dengan <abbr title="Internet Relay Chat">mIRC</abbr>, saya berkenalan lagi dengan si <a href="http://geocities.com/">Geocities</a>. AH! banyak lagi teman-teman Maya yang lain, yang tidak mungkin saya sebutkan satu persatu disini. Terdengar aneh untuk pertama kali mendengar nama-nama teman Maya. Memang teman-teman Maya yang baru saja saya kenal  itu, bukanlah berasal dari Indonesia, kebanyakan mereka berasal dari negara tetangga.<span id="more-87"></span></p>
<p>Saya jadi lupa daratan karena berhubungan dengan Maya. Teman lokalku sekelas <abbr title="Anggur Merah">Amer</abbr> dan <abbr title="Vodka Gepeng">Vudu</abbr> terlupakan!, bahkan temanku dari luar negri si <abbr title="Jack Daniels">Jacky</abbr> (baca: jeki) yang biasanya hadir ketika saya memiliki uang lebih, juga terlupakan&#8230;, Tidak sedikit pula temannya Maya memanggilku <em>si bodoh!</em>, karena ketidak tahuanku <em>cara bergaul dengan mereka</em>. saya menerima saja, karena mungkin wajar jika seseorang yang belum mengetahui sesuatu tampak bodoh di antara temannya Maya. Apalagi ketika saya di perkenalkan oleh Maya kepada temannya yang bernama <em>Linux</em>. Hingga sampai saat inipun saya merasa tidak sekelas dengan teman Maya yang satu ini, padahal saya ingin sekali bergaul dengannya. <em>(hi.. Linux! suatu saat, kita pasti menjadi sahabat!)</em> Ada sebuah lagu yang mengingatkan tentang masa indah saat bersama Maya. Album terakhir imanez dengan lagunya yang berjudul <em>Tequila Sunrise</em>, menghiasi kisah asmara saya dengannya. Berikut penggalan liriknya bisa anda baca di sini.</p>
<blockquote><p> manis dengarkanlah&#8230;<br />
cinta tak bisa didapat begitu saja<br />
fikir-fikirlah dulu<br />
sebelum kau jatuh cinta padaku</p></blockquote>
<p>Tak selamanya manusia bisa mengatur garis hidupnya. Sedikit kemelut dalam hubungan berpasangan biasanya dibilang <em>Hal Wajar</em>. Namun kemelut itu membuat saya dan Maya berpisah, Konyol memang..!, Penyesalan saya telan mentah-mentah, namun kemudian menjadi sebuah pelajaran yang sangat berarti..! Seperti seorang artis saja!. yang jika ditanya oleh wartawan perihal keretakan hubungan dengan pasangannya, selalu saja terdengar <em>basi</em> jawabannya..! Taruhlah seperti ini, <span class="bekgron">&#8220;saya dengan si A atau si B sudah tidak ada kecocokan saja, tidak ada masalah apa-apa koq, lagi pula hubungan kita walau sudah tak bersetatus Pacaran, namun komunikasi masih lancar-lancar saja koq, si A masih sering telepon saya juga sebaliknya, namun sekarang memang tidak seperti dahulu waktu kita masih jalan bersama&#8221;</span> Basi kan..? (tidak semua memang) </p>
<p>Singkatnya, ada prinsip kecil yang membuat saya sadar bahwa cinta tak seharusnya kuberikan pada Maya. Ada hal lain yang membutuhkan perhatian serta cintaku. Untuk apa memberikan segenap perasaan cintaku pada Maya saja!. Yang standar-standar sajalah pikirku, tidak usah terlalu menderu-nderu. Tapi walau demikian, hubungan saya dan Maya semakin baik saja. Maya selalu menyambutku dengan baik jika kebetulan saya berkunjung padanya. Mungkin Maya juga sekarang sudah dewasa.. sehingga dia tidak menuntut banyak padaku. Tanpa ada perkataan semacam &#8220;CINTAKU PADAMU SEPENUH HATI MAYA!&#8221;, atau apalah namanya..! Kita berjalan sungguh harmonis.. malah dengan ada kejadian ini semua, kita berdua di pertemukan dengan teman baru yang bernama BLOG. Dan&#8230; <span class="bekgron">sifat BLOG yang low profile, santai, apa adanya, baik, rajin menabung dan TIDAK SOMBONG! membuat hubungan antara Maya BLOG dan Saya semakin KLOP</span> ;;)</p>
<p><em>Ditulis setelah menghadapmu, jauh dari kampung! dan rindu <abbr title="Syabana Willa Kamilah">KAMILAH</abbr>!</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://medon.or.id/cerita-tentang-maya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>18</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>4 tahun</title>
		<link>http://medon.or.id/4-tahun/</link>
		<comments>http://medon.or.id/4-tahun/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 04 May 2006 15:11:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>medon</dc:creator>
				<category><![CDATA[saya & keluarga]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://medon.or.id/04-05-2006/4-tahun/</guid>
		<description><![CDATA[Kemarin genap 4 tahun usia anak kami, kami sempat bejanji untuk mewujudkan keinginannya untuk sekolah, namun kami fikir bermain adalah hal yang terbaik untuk belajar lebih banyak, dengan bermain banyak hal yang tidak didapatkan dari sekolah seperti, bebas ber-kreatifitas, bersosialisasi dengan lingkungan yang bukan lingkungan sekolah, bebas ber-ekspresi, dan banyak lagi hal yang bisa dia [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://medon.or.id/wp-content/uploads/2006/05/kamilah.jpg" alt="kamilah" title="kamilah" width="209" height="306" class="alignleft size-full wp-image-615" />Kemarin genap 4 tahun usia anak kami, kami sempat bejanji untuk mewujudkan keinginannya untuk sekolah, namun kami fikir bermain adalah hal yang terbaik untuk belajar lebih banyak, dengan bermain banyak hal yang tidak didapatkan dari sekolah seperti, bebas ber-kreatifitas, bersosialisasi dengan lingkungan yang bukan lingkungan sekolah, bebas ber-ekspresi, dan banyak lagi hal yang bisa dia dapatkan dari lingkungan bermain. sempat terbesit keinginan kami untuk menyekolahkan anak lebih awal, yaitu pada umur 4 tahun, namun kekhawatiran kami menyekolahkan anak pada umur dini akan mengakibatkan si anak merasa jenuh belajar, walau kami sendiri tahu bahwa jika anak sekolah, si anak juga masih banyak kesempatan untuk bermain. namun kami membayangkan sekolah tk 2 tahun, SD 6 tahun, SLTP 3 tahun, SMU 3 tahun, belum lagi jika si anak melanjutkan ke perguruan tinggi perlu sekurang-kurangnya 5 tahun untuk mendapatkan gelar sarjana. Itu adalah rangkaian kegiatan belajar yang cukup menjenuhkan&#8230; UH!!.<span id="more-65"></span></p>
<p>Dan kami juga merasa keinginan sekolah yang keluar dari mulut si Anak hanyalah keinginan yang keluar dari rasa kecemburuannya melihat saudara/temannya yang sudah bersekolah. kami rasa si anak belum mengetahui apa kewajiban seorang pelajar, meskipun demikian tanpa harus sekolah Kamilah sudah hafal huruf abjad dan menghitung. dengan begitu membuktikan bahwa sebenarnya pendidikan dasar bisa di pelajari di rumah dengan tidak mengganggu waktu bermain anak. malah bisa juga di lakukan sambil bermain. dan yang terpenting adalah perhatian dari orang tua akan lebih berguna!.</p>
<p>Message to Kamilah:</p>
<ul>
<li>Jadilah diri sendiri!</li>
<li>Ikuti kata hati mana yang terbaik untuk dirimu!</li>
<li>Jujur dan Sportif adalah kunci untuk menikmati hidup</li>
<li>Siapapun kamu akulah orang tuamu! So, Enjoy Your Life</li>
</ul>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://medon.or.id/4-tahun/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>9</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>syabana wila kamilah</title>
		<link>http://medon.or.id/syabana-wila-kamilah/</link>
		<comments>http://medon.or.id/syabana-wila-kamilah/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 15 Jan 2006 19:26:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>medon</dc:creator>
				<category><![CDATA[saya & keluarga]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://medon.or.id/43.16.html</guid>
		<description><![CDATA[
paste di sini agh&#8230; jadi kalo kagen, pengin ketemu, gak usah cari file, dimana gwa mesti nemuin poto anakku gitu! tinggal klik disini trus search syabana, kalo engga wila, kalo engga kamilah, pasti ada :D , u&#8217;r so far away from me.. i MISS u !!
L-) ayah nan jauh di mato&#8230;
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="image"><img alt="syabana wila kamilah" id="image42" src="http://medon.or.id/wp-content/uploads/2006/01/swk.jpg" /></div>
<p>paste di sini agh&#8230; jadi kalo kagen, pengin ketemu, gak usah cari file, dimana gwa mesti nemuin poto anakku gitu! tinggal klik <a target="_blank" title="syabana wila kamilah" href="http://medon.or.id">disini</a> trus search syabana, kalo engga wila, kalo engga kamilah, pasti ada :D , <strong>u&#8217;r so far away from me.. i MISS u !!</strong></p>
<p>L-) <em>ayah nan jauh di mato&#8230;</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://medon.or.id/syabana-wila-kamilah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>7</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
