<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>medon's log &#187; medon ngeblog</title>
	<atom:link href="http://medon.or.id/category/medon-ngeblog/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://medon.or.id</link>
	<description>belajar membaca sambil menulis</description>
	<lastBuildDate>Mon, 31 May 2010 10:36:47 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.8.5</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>ngeblog lagi!</title>
		<link>http://medon.or.id/ngeblog-lagi/</link>
		<comments>http://medon.or.id/ngeblog-lagi/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 16 Dec 2008 01:28:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>medon</dc:creator>
				<category><![CDATA[medon ngeblog]]></category>
		<category><![CDATA[blog]]></category>
		<category><![CDATA[cerita]]></category>
		<category><![CDATA[wordpress]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://medon.or.id/?p=402</guid>
		<description><![CDATA[
Ngeblog lagi! lama database tak terisi, banyak cerita terlewatkan dan tak tertuangkan.. sudah biarlah! kembali mengisi konten dengan update wordpress 2.7 yuhuuu&#8230; :)
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://medon.or.id/wp-content/uploads/2008/12/comeback.jpg" alt="comeback" title="comeback" width="438" height="295" class="aligncenter size-full wp-image-513" /></p>
<p>Ngeblog lagi! lama database tak terisi, banyak cerita terlewatkan dan tak tertuangkan.. sudah biarlah! kembali mengisi konten dengan update wordpress 2.7 yuhuuu&#8230; :)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://medon.or.id/ngeblog-lagi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Izinkan saya bicara cinta&#8230;</title>
		<link>http://medon.or.id/izinkan-saya-bicara-cinta/</link>
		<comments>http://medon.or.id/izinkan-saya-bicara-cinta/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 19 Mar 2007 18:55:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>medon</dc:creator>
				<category><![CDATA[medon ngeblog]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://medon.or.id/2007/03/20/izinkan-saya-bicara-cinta/</guid>
		<description><![CDATA[Ari &#8220;si anak malam&#8221; adalah orang tersimpel dalam posting! entah sebab waktunya sudah tak banyak dengan Internet, apa sibuk belajar Ruby?. 
Sampeyan sempet bingung jika sudah bermain dengan cinta? tiba-tiba saja rasa cinta itu timbul? Sejak kecil saya saya sudah menggunakan hati. Saya cinta malam, sunyi dan redup! entah sudah berapa persen hati ini saya [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://medon.or.id/wp-content/uploads/2007/03/427149902_623badd997_o.jpg" alt="dot-net-dot-com" title="dot-net-dot-com" width="353" height="247" class="alignleft size-full wp-image-529" /><a href="http://www.malam.or.id/blog/1745.19.html">Ari <em>&#8220;si anak malam&#8221;</em></a> adalah orang tersimpel dalam posting! entah sebab waktunya sudah tak banyak dengan <em>Internet</em>, apa sibuk belajar <a href="http://www.malam.or.id/blog/1750.24.html">Ruby</a>?. </p>
<p>Sampeyan sempet bingung jika sudah bermain dengan cinta? tiba-tiba saja rasa cinta itu timbul? Sejak kecil saya saya sudah menggunakan hati. Saya cinta malam, sunyi dan redup! entah sudah berapa persen hati ini saya gunakan. Sisanya? ya saat ini tinggal segini ini, Walaupun saya generasi <abbr title="Gembel Gimbal Gembul">3G</abbr>, toh saya masih diberi anugerah tentang cinta :) Bukankah begitu? bahwa <em>&#8220;Cinta itu anugerah&#8221;</em>, atau <em>&#8220;Cinta itu buta?&#8221;</em>, <del datetime="2007-03-19T19:06:24+00:00">tahi ayam rasa coklat</del> kata <em>&#8220;Gombloh&#8221;</em>.</p>
<p><span class="bekgron"><em>Cerita cintapun macam-macam, Oh indahnya! &#8220;Sampeyan sempet punya pengalaman cinta seperti apa?&#8221;</em></span></p>
<p>Ilustrasi: Blog malam http://malam.or.id/blog/</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://medon.or.id/izinkan-saya-bicara-cinta/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>26</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Saya bekerja sesuai selera</title>
		<link>http://medon.or.id/saya-bekerja-sesuai-selera/</link>
		<comments>http://medon.or.id/saya-bekerja-sesuai-selera/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 08 Mar 2007 17:54:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>medon</dc:creator>
				<category><![CDATA[medon ngeblog]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://medon.or.id/2007/03/09/saya-bekerja-sesuai-selera/</guid>
		<description><![CDATA[&#8220;Seleramu dimana? kok kerjaan bagus penuh dengan jaminan laik kamu tolak?&#8221; 
Mungkin &#8212; Kesempatan memang datang sekali dalam hidup, dengan menawarkan 2 pilihan yang membosankan. Contohnya pilihan Ya atau Tidak?, yang selalu menanti di penghujung kesempatan. Saya dipaksa untuk memilih dan kadang hingga memeras pikiran. Nyaman dalam bekerja sudah menjadi pedoman dalam hidup, terlihat sedikit [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://medon.or.id/wp-content/uploads/2007/03/414772263_eda16ba1f2_o.jpg" alt="Seudel enaknya" title="Seudel enaknya" width="180" height="271" class="alignleft size-full wp-image-534" /><em>&#8220;Seleramu dimana? kok kerjaan bagus penuh dengan jaminan laik kamu tolak?&#8221; </em><br />
Mungkin &#8212; Kesempatan memang datang sekali dalam hidup, dengan menawarkan 2 pilihan yang membosankan. Contohnya pilihan <em>Ya atau Tidak?</em>, yang selalu menanti di penghujung kesempatan. Saya dipaksa untuk memilih dan kadang hingga memeras pikiran. Nyaman dalam bekerja sudah menjadi pedoman dalam hidup, terlihat sedikit munafik memang, wajar lah emang iya tampak munafik.. wong saya menolak perubahan yang lebih baik. Bagi saya kenyamanan bekerja adalah modal utama. Pendapatan, dan fasilitas, hanya pendukung saja. Bisa jadi saya menolak bekerja menjadi supir pribadi pak Presiden karena alasan sepele seperti, <em>&#8220;males ah, kalo lagi kena demo, supir kadang kena imbas&#8221;</em>. atau <em>&#8220;Ogah, saya ndak tega kalo nyusul mereka yang mengantri macet, berduyun-duyun kesal menanti lampu hijau, sedang saya melaju santai di jalur BUSWAY&#8221;</em>. Saya lebih nyaman punya pekerjaan <em>ngasong</em> seperti sekarang ini, bebas rasanya!<span id="more-150"></span></p>
<p>Saya juga termasuk yang <abbr title="menggunakan ego"><em>ngego</em></abbr> dalam memilih pekerjaan, saya taksuka menukar kesenangan dengan uang. Saya suka sekali <abbr title="mengenakan kaus oblong"><em>ngoblong</em></abbr> dan <em><abbr title="tampak kucel">ngucel</abbr></em> dalam gaya. Tampil seenaknya lah :) lebih nyaman begitu, dari pada musti mengenakan <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Tuxedo_%28clothing%29">Tuxedo</a>! Walau mungkin lebih <em>parlente</em> dan <em>necis</em> dipandang mata. :)</p>
<p>Saya yakin selera anda lebih laik di pos ke blog anda, bukan untuk beradu otot ngebela selera. hanya saja.. karena saya memiliki selera, hidup ini jadi berwarna. <em>&#8220;Happy bloging!&#8221;</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://medon.or.id/saya-bekerja-sesuai-selera/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Lama tak bertemu, kemarin melepas rindu</title>
		<link>http://medon.or.id/lama-tak-bertemu-kemarin-melepas-rindu/</link>
		<comments>http://medon.or.id/lama-tak-bertemu-kemarin-melepas-rindu/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 18 Feb 2007 21:22:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>medon</dc:creator>
				<category><![CDATA[medon ngeblog]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://medon.or.id/2007/02/19/lama-tak-bertemu-kemarin-melepas-rindu/</guid>
		<description><![CDATA[
Lama sekali saya tidak bertemu konco lawas, sibuk dengan aktifitas masing-masing, dan jarak yang kini membentang membuat saya dengan teman-teman lawas jarang bersua. Sesekali  guyon lewat peranti lunak YM!, itupun kadang terganggu dengan sibuknya pekerjaan &#8220;jadi ndak konsen guyon&#8221;. Sabtu sore, kawan saya Erwin menghubungi saya lewat telepon. &#8220;Don, moal balik ka sukabumi kan?, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://medon.or.id/wp-content/uploads/2007/02/394406976_ba3399e12b_o.jpg" alt="Konco Lawas" title="Konco Lawas" width="438" height="292" class="aligncenter size-full wp-image-540" /></p>
<p>Lama sekali saya tidak bertemu konco lawas, sibuk dengan aktifitas masing-masing, dan jarak yang kini membentang membuat saya dengan teman-teman lawas jarang bersua. Sesekali  guyon lewat peranti lunak YM!, itupun kadang terganggu dengan sibuknya pekerjaan <em>&#8220;jadi ndak konsen guyon&#8221;</em>. Sabtu sore, kawan saya Erwin menghubungi saya lewat telepon. <em>&#8220;Don, moal balik ka sukabumi kan?, Urang jeung jimmy ayeuna kaditu nya, urang ka si Andri sakalian. &#8212; Sono yeuh</em>.<a href="#satu">*</a> Tentu saja tawaran itu saya sambut dengan senang, kebetulan hari itu bukan jatah saya untuk pulang kampung ke Sukabumi. Kongko bersama ketiga kawan semasa masih mengenakan seragam putih abu-abu memang mempunyai kesan tersendiri, membicarakan pekerjaan masing-masing dan bla..bla..bla.. biasa saja, yang spesial malahan ketika percakapan mulai mengenang masa lalu. Dari mulai senyum hingga tertawa terbahak-bahak dibuatnya, mengenang dan berkumpul dengan kawan-kawan <em>jadul</em> memang mengasyikan!, Sayang&#8230; berakhir dengan pelukan erat perpisahan, sebab pagi ini sudah harus kembali beraktifitas. <span class="bekgron">Seberapa dekat hubungan anda dengan konco lawas anda?, anda boleh bercerita disini.</span></p>
<p><em><a name="satu">*</a>) Don, tidak akan pulang ke Sukabumi kan?, Saya bersama jimmy sekarang kesana ya, kita ke si Andri sekalian. &#8212; Kangen nih</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://medon.or.id/lama-tak-bertemu-kemarin-melepas-rindu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>19</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Anda mencari atau memburu?</title>
		<link>http://medon.or.id/anda-mencari-atau-memburu/</link>
		<comments>http://medon.or.id/anda-mencari-atau-memburu/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 15 Feb 2007 12:04:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>medon</dc:creator>
				<category><![CDATA[medon ngeblog]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://medon.or.id/2007/02/15/anda-mencari-atau-memburu/</guid>
		<description><![CDATA[
Siapa sih yang ndak kenal Dudi Gurnadi. Kemarin 2 tulisan dudi yang ngebahas soal ganja selalu sebut nama saya diisinya (emang napa sih dud?, kok aku selalu disebut jika bahas ganja). Tidak sedikit orang dibumi ini yang mencarinya, tidak sedikit pula yang memburunya. Koq diburu? iya.. konon tumbuhan yang satu ini mengandung zat yang dapat [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://medon.or.id/wp-content/uploads/2007/02/391051745_27e698eb0a_o.jpg" alt="Rasta" title="Rasta" width="438" height="211" class="aligncenter size-full wp-image-542" /></p>
<p>Siapa sih yang ndak kenal <a href="http://dgk.or.id">Dudi Gurnadi</a>. Kemarin 2 tulisan dudi yang ngebahas soal <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Ganja">ganja</a> selalu sebut nama saya diisinya (emang napa sih dud?, kok aku selalu disebut jika bahas ganja). Tidak sedikit orang dibumi ini yang mencarinya, tidak sedikit pula yang memburunya. Koq diburu? iya.. konon tumbuhan yang satu ini mengandung zat yang dapat memabukan yaitu <em>Tetra Hydro Cannabinol (THC)</em>. Zat apa tersebut saya kurang begitu paham, namun saya sering membaca berita, bahwa zat tersebut termasuk dalam kategori zat yang memabukan.<span id="more-145"></span></p>
<p>Terlepas dari anda adalah sebagai pencari atau pemburu tanaman tersebut, bolehkan jika saya ingin berbagi secuil pengalaman. Pertama kali kenal tumbuhan tersebut beberapa tahun silam. Santer gosip yang saya dengar tentang ganja, konon ganja adalah tanaman liar yang tumbuh ditanah Aceh. Keberadaanya sendiri dimanfaatkan oleh masyarakat Aceh, bahkan kemarin dudi membahas <a href="http://dgk.or.id/archives/2006/12/20/dodol-dan-kopi-ganja/">dodol dan kopi</a> yang berbahan dasar ganja. Pertama kali mencoba kopi ganja beberapa bulan silam tatkala kerabat dapat tugas ke kota Aceh dan pulangnya membawa oleh-oleh kopi ganja. Tidak ada yang spesial&#8230; rasanya tidak terpaut jauh dengan kopi yang beredar bebas di tanah Jawa. Namun reaksinya benar kata mereka&#8230; MEMABUKAN! ketawa ketiwi di buatnya :)</p>
<p>Masih penasaran hingga kini untuk mencicip dodolnya, <a href="http://awenx.bungker.org/">Awenx</a> bilang musti sabar untuk mencicip dodolnya. Selain pembuatnya kini jarang, Awenx juga harus mencari pembuat dodol ke pedalaman Aceh. Saya tunggu wenx&#8230; </p>
<p><span class="bekgron">gimana?, anda mau ikutan mencicip juga?</span> :)</p>
<p>Ilustrasi gambar: medon&#8217;s log</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://medon.or.id/anda-mencari-atau-memburu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>kaki dan tangan terbalik untuk mengejar mimpi</title>
		<link>http://medon.or.id/kaki-dan-tangan-terbalik-untuk-mengejar-mimpi/</link>
		<comments>http://medon.or.id/kaki-dan-tangan-terbalik-untuk-mengejar-mimpi/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 04 Feb 2007 11:14:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>medon</dc:creator>
				<category><![CDATA[medon ngeblog]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://medon.or.id/2007/02/04/kaki-tangan-terbalik-untuk-mengejar-mimpi/</guid>
		<description><![CDATA[Mengejar mimpi memang membutuhkan pengorbanan, kita dibuat terpontang panting mengejarnya, bahkan terkadang terasa konyol, kaki jadi kepala dan kepala jadi kaki. Suka tidak suka ya musti dilakoni jika memang menginginkan mimpi itu terwujud. Seperti saya, harus rela meninggalkan log ini beberapa bulan terakhir yang membuat log ini sepi dari postingan, malah sampai ada yang berkirim [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://medon.or.id/wp-content/uploads/2007/02/annekaringlasscom1.jpg" alt="mengejar mimpi" title="mengejar mimpi" width="250" height="331" class="alignleft size-full wp-image-544" />Mengejar mimpi memang membutuhkan pengorbanan, kita dibuat terpontang panting mengejarnya, bahkan terkadang terasa konyol, <em>kaki jadi kepala dan kepala jadi kaki</em>. Suka tidak suka ya musti dilakoni jika memang menginginkan mimpi itu terwujud. Seperti saya, harus rela meninggalkan log ini beberapa bulan terakhir yang membuat log ini sepi dari postingan, malah sampai ada yang berkirim email kepada saya untuk menannyakan <span class="bekgron">&#8220;medon&#8217;s log apa medon&#8217;s lag, koq blog nggak di update lagi?&#8221;</span>. :)</p>
<p>Berhentinya posting berawal dari menumpuknya pekerjaan yang membuat saya harus lebih kosentrasi memikirkannya. Walau internet tetap tersambung, namun hanya bisa di pergunakan untuk mengisi postingan-postingan kecil saja di kategori &#8220;berbagi berita&#8221; yang muncul di sisi kanan log ini. Memang tidak sesibuk kota Jakarta yang sedang sibuk memberantas Flu Burung, atau para korban banjir di Jakarta yang sibuk mencari tempat tinggal sementara.<span id="more-144"></span> Saya masih bisa rehat dan santai, minum kopi dan merokok sambil ditemani lagu. Bahkan masih bisa merubah tampilan log ini dengan tampilan baru. Dan saya memanggilnya <em>&#8220;Hitam Putih themes&#8221;</em>, desain grapis saya memakai themes milik <a href="http://eightface.com">eightface</a> namun script masih menggunakan yang kemarin hanya saja sidebar yang berpindah jadi berada disebelah kanan.</p>
<p>Ilustrasi gambar: http://www.annekaringlass.com/</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://medon.or.id/kaki-dan-tangan-terbalik-untuk-mengejar-mimpi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>7</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Malas bertemu siang</title>
		<link>http://medon.or.id/malas-bertemu-siang/</link>
		<comments>http://medon.or.id/malas-bertemu-siang/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 21 Nov 2006 23:40:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>medon</dc:creator>
				<category><![CDATA[medon ngeblog]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://medon.or.id/2006/11/22/malas-bertemu-siang/</guid>
		<description><![CDATA[
Malas bertemu siang, kepala pening saat datang malam. Kemarin waktu berangkat kerja ke Bogor, saya diajak oleh kawan yang niat berangkat ke tangerang menggunakan motor. Saya menyambutnya dan berharap bisa menikmati perjalanan, sebab jika mengenakan motor bisa berhenti kapan saja sesuka hati, tidak seperti naik angkutan umum. Pemandangan saat perjalanan antara Sukabumi &#8212; Bogor memang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://medon.or.id/wp-content/uploads/2006/11/303017036_f4129237e5_o.jpg" alt="sukabumi - bogor" title="sukabumi - bogor" width="438" height="163" class="aligncenter size-full wp-image-546" /></p>
<p>Malas bertemu siang, kepala pening saat datang malam. Kemarin waktu berangkat kerja ke Bogor, saya diajak oleh kawan yang niat berangkat ke tangerang menggunakan motor. Saya menyambutnya dan berharap bisa menikmati perjalanan, sebab jika mengenakan motor bisa berhenti kapan saja sesuka hati, tidak seperti naik angkutan umum. Pemandangan saat perjalanan antara Sukabumi &#8212; Bogor memang indah, saya bisa melihat gunung-gunung yang menjulang tinggi apalagi kemarin saya berangkat pagi hari, saya jadi bisa menikmati matahari terbit yang muncul dari balik <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Gunung_Gede">Gunung Gede</a>, dan menyaksikan <a href="http://www.tnhalimun.go.id/index2.htm">Gunung Halimun</a> yang tertutup kabut tebal. Namun, puncak halimun sudah terlihat jelas, karena matahari sudah menyinari puncaknya. Apalagi ketika perjalanan menuju Ciawi sudah dekat, <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Gunung_Salak">Gunung Salak</a> terlihat indah sekali&#8230;<span id="more-138"></span></p>
<p>Setibanya saya di tempat kerja belum terasa ada kelainan dengan tenggorokan dan badanku, malahan saya masih sempat menikmati segelas kopi dan rokok pagi itu. Karena kebagian tugas sore, saya memutuskan untuk beristirahat. Ketika saya bangun untuk makan siang tenggorokan ini terasa kering dan gatal. <em>&#8220;Banyak-banyak minum&#8221;</em>, ucap kawan padaku&#8230; efeknya saya jadi pulang-pergi ke <em>Toilet</em> untuk buang air kecil karena kebanyakan minum, tak apalah&#8230; sebab saya tidak berharap bekerja dengan kondisi badan yang kurang baik.</p>
<p><img alt="Obat meler-meler" class="alignleft" src="http://static.flickr.com/104/303036493_1c8c9177ed_o.jpg" />Ah! malamnya badan malah menjadi panas, hidung <em>mampet</em>, dan kepala pening. <em><a href="http://www.pikiran-rakyat.com/cetak/0204/26/cakrawala/laput2.htm">Influensa</a></em> nih! pikirku, keesokan harinya&#8230; mata saya tak tahan bertemu siang, hidung langsung <em>berair</em> dibuatnya, dan pada malam harinya saya tersiksa dengan rasa pening dikepala. hingga saya memutuskan untuk menunda semua pekerjaan, <span class="bekgron">yang namanya sakit tidak pernah pilih-pilih tempat, orang, dan waktu.</span> Haciim<em>!</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://medon.or.id/malas-bertemu-siang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>28</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Rapi, agar nyaman dan aman</title>
		<link>http://medon.or.id/rapi-agar-nyaman-dan-aman/</link>
		<comments>http://medon.or.id/rapi-agar-nyaman-dan-aman/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 05 Nov 2006 19:35:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>medon</dc:creator>
				<category><![CDATA[medon ngeblog]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://medon.or.id/2006/11/06/rapih-agar-nyaman-dan-aman/</guid>
		<description><![CDATA[Rapi, disusun agar nyaman dan aman. Sudah jadi tugas sang kasir untuk menerima dan mengembalikan uang, nilainyapun beragam dari mulai uang receh hingga uang selembar seratus ribuan. Untuk seorang kasir menyusun dan menata uang adalah tugas wajib sebelum uang itu berakhir ditangan sang majikan. Saya adalah tipikal orang yang tak pernah menyimpan uang di dalam [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://medon.or.id/wp-content/uploads/2006/11/289328631_84448806f4_o.jpg" alt="uang" title="uang" width="200" height="150" class="alignleft size-full wp-image-548" />Rapi, disusun agar nyaman dan aman. Sudah jadi tugas sang kasir untuk menerima dan mengembalikan uang, nilainyapun beragam dari mulai uang receh hingga uang selembar seratus ribuan. Untuk seorang kasir menyusun dan menata uang adalah tugas wajib sebelum uang itu berakhir ditangan sang majikan. Saya adalah tipikal orang yang tak pernah menyimpan uang di dalam loket dengan rapi, isi loket hanyalah kartu-kartu penting saja di dalamnya, itupun jarang masuk kedalam saku celana belakang, loketku lebih sering berada di dalam <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Backpack">backpack</a> bersatu bersama tools lainnya. sedikit penasaran melihat seorang kasir di tempat saya bekerja, panggil saja namanya <abbr title="Jarang Dibelay">jablay</abbr>, dia selalu menyusun rapi dan menyimpan jenis uang yang berbeda di dalam box yang berbeda dalam satu laci. <em>&#8220;Perputaran uang di sini sangatlah cepat, jika tak tersusun rapi dan apik bisa-bisa keteteran, jangan sampai terjadi salah kembalian dan saya mesti nombok untuk menutup kekurangannya&#8221;</em>.</p>
<p>Memang uang jaman sekarang banyak yang <em>saru</em>. <a href="http://blogombal.org/2006/09/30/buta-uang-tapi-mata-duitan/">Paman Tyo</a> sempat membahas ke-saruan tersebut. Jika mesti <em>mendemo</em> akan kesaruan tersebut. Tak mungkin bisa!, kitanya saja mesti teliti. toh ndak salah untuk berbuat teliti malah berakibat baik. Jika uang di laci tersusun rapi dan apik siapa tahu sang majikan bertambah sayang. ;)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://medon.or.id/rapi-agar-nyaman-dan-aman/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>42</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Yang ditunggu tak kunjung datang</title>
		<link>http://medon.or.id/yang-ditunggu-tak-kunjung-datang/</link>
		<comments>http://medon.or.id/yang-ditunggu-tak-kunjung-datang/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 12 Oct 2006 19:20:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>medon</dc:creator>
				<category><![CDATA[medon ngeblog]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://medon.or.id/2006/10/13/yang-ditunggu-tak-kunjung-datang/</guid>
		<description><![CDATA[Ada yang ingat diantara kita, kapan kota Jakarta dan sekitarnya terakhir diguyur hujan? saya sendiri sudah lupa. Sekarang krisis air melanda negri, dahulu waktu aku masih kecil sempat diberi tahu oleh guru &#8220;mudah menghapal kapan musim hujan datang anak-anak.., kalian tinggal mengingat nama bulan yang berakhiran &#8220;ber&#8221;, nah pada bulan itu musim hujan akan datang&#8221;. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://medon.or.id/wp-content/uploads/2006/10/267910514_6ea7930df8_o.jpg" alt="Keran air" title="Keran air" width="250" height="368" class="alignleft size-full wp-image-550" />Ada yang ingat diantara kita, kapan kota Jakarta dan sekitarnya terakhir diguyur hujan? saya sendiri sudah lupa. Sekarang krisis air melanda negri, dahulu waktu aku masih kecil sempat diberi tahu oleh guru <em>&#8220;mudah menghapal kapan musim hujan datang anak-anak.., kalian tinggal mengingat nama bulan yang berakhiran &#8220;ber&#8221;, nah pada bulan itu musim hujan akan datang&#8221;</em>. saya bisa menangkap maksudnya &#8212; September, Oktober, Desember. ketiga bulan itulah yang menandai datangnya musim penghujan. Dulu aku manggut-manggut saja, tokcer sekali dugaan pak guru sebab diantara ke-tiga bulan itu selalu diawali dengan air hujan yang jatuh ke tanah. Prinsip dulu dan sekarang beda? buktinya sekarang sudah masuk bulan Oktober tak ada setetespun air yang jatuh. Berita tentang kekeringan di negri ini saya yakin anda sering mendapatkannya, baik itu lewat media cetak atau elektronik, antrian panjang para pemburu air bersih menjadi tontonan <em>Top Rating</em> akhir-akhir ini. Syukurlah.. jika memang anda yang hingga kini masih bisa menikmati air dengan mudah, tanpa harus bersusah payah mendapatkannya. nikmati saja coy..!<span id="more-133"></span></p>
<p><img class="alignleft" src="http://static.flickr.com/81/267948859_c937f88ef9_o.jpg" alt="WC Umum" />Saya yang setiap hari bergulat dengan keringat di daerah yang panas dan penuh debu, sungguh membutuhkan sekali keberadaan air,  di tempat saya bekerja si <em>&#8220;empunya tempat&#8221;</em> tidak menggunakan jasa PDAM untuk kebutuhan yang satu ini beliau mempercayakan pada 2 buah sumur yang kedalamannya kurang lebih 40 meter. wajar saja memiliki 2 buah sumur, sebab pemakai air di tempatku bekerja bukan hanya digunakan oleh satu atap melainkan beberapa atap tempat usaha. dan entah sudah beberapa pekan terakhir salah satu air dari kedua sumur tersebut airnya telah habis.  Dampaknya&#8230; tidak lancarnya air yang keluar di &#8220;toilet&#8221; tempatku bekerja, dan untuk kebutuhan mendesak seperti mandi untungnya masih tertolong oleh keberadaan WC umum yang berada tepat di seberang tempatku bekerja. Bisa juga anda bikin cerita tentang hujan, siapa tahu jika para <em>bloger</em> bercerita tentang hujan di blognya, keesokan harinyanya hujan turun di negri ini. Who knows&#8230;</p>
<p>Yang ditunggu tak kunjung datang, jika datang jangan jadi banjir bandang.. &#8212; <em>bolehkan memohon?</em>, dasar manusia! kepingin <em>Seenak Udelnya</em> saja :)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://medon.or.id/yang-ditunggu-tak-kunjung-datang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>32</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Jika badung kena hukum</title>
		<link>http://medon.or.id/jika-badung-kena-hukum/</link>
		<comments>http://medon.or.id/jika-badung-kena-hukum/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 08 Oct 2006 02:31:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>medon</dc:creator>
				<category><![CDATA[medon ngeblog]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://medon.or.id/2006/10/08/jika-badung-kena-hukum/</guid>
		<description><![CDATA[Kaget ketika saya membaca reklame yang di tutupi oleh kain yang bertuliskan &#8220;Reklame ini belum bayar pajak&#8221;, ini memang pengalaman pertama saya melihatnya. Memang untuk memasang reklame di pojokan jalan atau di pinggiran jalan raya, perusahaan dikenakan pajak oleh Dipenda kota setempat, wajar lah.., sama-sama diuntungkan bukan?. &#8212; Buktinya dulu karena ada reklame yang bergambar [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://medon.or.id/wp-content/uploads/2006/10/263456677_ec4bb854f7_o.jpg" alt="Reklame" title="Reklame" width="250" height="234" class="alignright size-full wp-image-552" />Kaget ketika saya membaca reklame yang di tutupi oleh kain yang bertuliskan <em>&#8220;Reklame ini belum bayar pajak&#8221;</em>, ini memang pengalaman pertama saya melihatnya. Memang untuk memasang reklame di pojokan jalan atau di pinggiran jalan raya, perusahaan dikenakan pajak oleh <abbr title="Dinas Pendapatan Daerah">Dipenda</abbr> kota setempat, wajar lah.., sama-sama diuntungkan bukan?. &#8212; Buktinya dulu karena ada reklame yang bergambar seorang penyanyi yang terkenal goyangannya <em>&#8220;Inul Daratista&#8221;</em> terpajang di perempatan kota, acaranya jadi sukses berat! konon kabarnya sang panitia kebanjiran rejeki yang <em>ruah melimpah</em>. sama-sama diuntungkan bukan?, jadi wajar jika sebuah perusahaan musti menyiapkan dana yang tidak sedikit untuk beriklan pada media yang satu ini, belum lagi ongkos membuat desain sebuah reklame yang konon mahal.<span id="more-130"></span></p>
<p><img src="http://medon.or.id/wp-content/uploads/2008/10/263456675_eae30734ae_o.jpg" alt="" title="reklame" width="438" height="289" class="aligncenter size-full wp-image-219" /></p>
<p>Dipenda setempat dibuat kesal oleh reklame sebuah <a href="http://www.hero.co.id/">Supermarket</a> terkenal, pihak Supermarket mungkin nunggak pada Dipenda, mungkin surat peringatan sempat melayang ke meja sang <em>direktur</em>, namun direktur sibuk atau malas mengurusi, setelah masa tenggat lewat reklame Supermarket itupun mesti rela ditutupi <em>kain hukuman</em>. Jadi ingat ketika saya masih bocah dulu..  ketika kelewatan batas bermain saya selalu mendapat hukuman mengangkat kaki sebelah, dan menjewer kuping, hukuman seperti itu harus saya lakukan di <em>teras</em> depan rumah. Jika badung kena hukum, ya jelas musti mau dong! :)</p>
<p>Jika anda sempat kena hukuman apa dari orang tua? ayo dong cerita&#8230;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://medon.or.id/jika-badung-kena-hukum/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>24</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
